Ragam Masa Karantina di Desa

Ragam Masa Karantina di Desa

Diumumkannya masa social distancing oleh Presiden, terkait merebaknya virus covid 19 di negara kita, membuat kondisi masyarakat yang asalnya beraktivitas normal jadi jungkir balik. Semua orang yang mengerti bagaimana masa inkubasi virus yang berasal dari Wuhan China itu berusaha untuk patuh, tidak banyak berkeliaran dengan harapan terhindar dari corona yang sudah jadi pandemi.

Tapi masa karantina diri atau isolasi itu tidak begitu berpengaruh di desa tempat saya tinggal. Masyarakat anteng dengan segala kegiatannya. Petani buruh karyawan dan pedagang tetap bekerja seperti biasa. Hanya anak sekolah dan guru serta pegawai negeri sipil lainnya yang tidak beraktivitas seperti biasa. Berhubung ada instruksi resmi dari kabupaten provinsi dan pusat. Tetapi di kampung atau rumahnya, aktivitas biasa tetap berjalan seolah tidak sedang dalam masa sosial distancing yang dianjurkan presiden.

Sejak Senin sampai Sabtu suami masih aktivitas biasa karena di sekolahnya sedang melangsungkan ujian bagi kelas 12.

Banyak guru tidak berangkat ke sekolah tapi tetap menjalankan kegiatan rutin lainnya. Sebagian malah baru saja melaksanakan ujian. Anak-anak tidak pergi ke sekolah tapi tetap bermain, bersepeda, bahkan lari pagi dan mancing di sungai ramai-ramai.

Buibu tetap joget-joget eh senam masal maksudnya. Foto saya ambil dari atas pohon jambu. Hahaha

Buibu tahu saat ini sedang ada gerakan karantina diri dan keluarga, tapi senam masal tetap jalan, Selasa dan Jumat tetap berburu belanjaan ke pasar (karena di tempat kami pasar masih adanya seminggu dua kali) jadi kalau tidak ke pasar hari itu, belum tentu bisa mendapatkan bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Santri dan santriwati tetap mengaji, solat berjamaah bahkan acara Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di beberapa kampung masih didatangi jemaah dari luar daerah. Begitulah di Cianjur Selatan khususnya tempat saya tinggal.

Jambu biji merah di halaman sedang banyak yang matang. Setiap hari saya bikin juice. Semoga bisa menjaga kekebalan tubuh dan terhindar dari DBD

Semua itu mungkin karena kabupaten Cianjur belum banyak diberitakan terkait suspect yang positif. Per tanggal 21 Maret 2020 pukul 20.30 wib data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) dilihat pada gambar, tempat tinggal saya di kabupaten Cianjur “kosong” padahal dua hari lalu di rumah sakit dekat rumah sekitar tiga km ada dua orang PDP. Ga tahu mungkin sekarang sudah tidak PDP lagi?

Data dari Pikobar melalui Detik.com
Yg saya lingkari putih, itu wilayah kabupaten Cianjur. Memanjang dari Utara ke Selatan. Terlihat kosong. Semoga saja virus Corona segera lenyap dari muka bumi. Aamiin…

Begitulah di kampung kami semua masih berjalan seperti biasa. Seolah tidak terjadi apa-apa. Semoga saja sih tidak ada penyebaran yang sampai ke daerah kami ini. Sebaran di daerah lain pun semoga segera hilang total.

Sejak diumumkan semuanya harus mengisolasi diri, saya pun beraktivitas seperti biasa. Ke pasar, dan bermain dengan anak. Karena membatasi diri tidak keluar rumah kalau tidak penting, ditambah cuacanya di kampung kami selalu hujan aktivitas yang mendominasi di rumah hanya gogoleran. Kalau cuaca cerah, saya ajak anak berjemur sambil memeriksa tanaman dalam pot yang sengaja ditaruh di halaman.

Menanti sinar matahari. Seminggu ini berjemur jadi hal wajib bagi saya, anak, suami dan hewan peliharaan kucing dan ayam

Musim hujan bibit cabe rawit tumbuh subur. Begitu juga tomat dan bibit lain yang tumbuh sendiri seperti pohon salam, pohon asam kranji, dan beberapa bibit dari biji buah-buahan. Kalau sudah ngoprek tanaman, saya suka betah. Apalagi sambil menikmati cahaya matahari pagi yang sangat menyehatkan. Semoga wabah virus corona ini segera berakhir ya sehingga kita bisa berakibat normal kembali seperti biasa. Aamiin…

Comments

  1. Semogaaaa wabah corona ini segera berakhir ya Teh.
    Sedih banget, karena banyak yg terdampak.
    Somehow, Surabaya juga jadi kayak kota “setengah mati” gitu.
    Jadi sepiiiii

  2. Di kota saya yang sudah ada positif dan OdP pun sebagian saja yang berdiam di rumah, sebagiannya tidak, Teh. Malah ada yg mengajak supaya ke luar rumah. Semoga semuanya cepat berlalu ya Teh.

  3. Aamiin… semoga segera normal kembali ya suasananya. Yang dinyatakan positif bisa sembuh total.

    Mbak niat banget sih, ngintip dan motret dari pohon jambu. Pohon jambu di kebunku juga buahnya lebat mbak, sudah besar-besar tapi belum ada yang matang

  4. Gemes banget baca ini :
    tapi senam masal tetap jalan, Selasa dan Jumat tetap berburu belanjaan ke pasar (karena di tempat kami pasar masih adanya seminggu dua kali) jadi kalau tidak ke pasar hari itu, belum tentu bisa mendapatkan bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Santri dan santriwati tetap mengaji, solat berjamaah bahkan acar Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW di beberapa kampung masih didatangi jemaah dari luar daerah.

    Tadi ngobrol di WAG, banyak lokasi di Bandung masih banyak yang ga terpengaruh, ternyata di tempat tinggal teh Okti lebih parah ya

  5. Semoga virus corona ini cepat ditemukan vaksinnya. Sehingga aktivitas bisa kembali pulih seperti biasa di semua daerah.

    Jus jambunya sangat menggoda untuk dicobain 🙂

  6. Duh sama bgt teh di lingkungan tempat tinggalku juga gini, masih banyak anak-anak yg bermain di luar rumah dgn teman-temannya, menjelang siang beberapa ibu2 tetangga sekitar banyak yg ngerumpi. Kalau keluarga saya pribadi, paling hanya suami yg keluar untuk bekerja (ini yg bikin saya kuatir). Smlm pun saya bahas dengan suami, kalau tidak bekerja gmn kami bisa makan (hanya bisa berdo’a dan berharap suami di beri kesehatan dan di jauhkan dari penyakit yg berbahaya). Semoga Virus Corona ini segera pergi dari negeri kita ya teh, aaamiiiin.

  7. di desa ruang gerak lebih terbuka daripada di kota
    persebaran virus ini bisa lebih ditekan
    tapi tetap usaha untuk menjaga kesehatan adalah yang paling utama
    semoga cepat berlalu
    aminnn

  8. Saya jadi salah fokus kok si Teteh bisa naik pohon buat poto-poto yah wkwkwk

    Awal2 banyak sih yang santai2, tapi kayaknya semakin ke sini semakin banyak yang mulai berubah pola mobilisasinya. Semoga ini segera berlalu ya teh, kita bisa beraktivitas seperti biasa, amin

  9. Sama seperti ditempa saya juga gitu teh, warganya masih beraktivitas seperti biasa. Semoga wabah ini segera berakhir ya

  10. Di tempatku sebagian sudah paham tentang berdiam di rumah aja tapi sebagian lain masih juga banyak yang berjualan di pasar tempel dan itu sangat ramai

Speak Your Mind

*

%d bloggers like this: