Jangan Salah Pilih Jurusan!

Tips menentukan pilihan kuliah yang benar dengan mengenali minat dan bakat anak sejak dini

Bagaimana perasaanmu ketika anak yang diharapkan bisa memiliki prestasi yang membanggakan dan kelak memiliki profesi yang cemerlang macam dokter, pilot, atau profesi bergengsi lainnya, anak mengatakan kalau ia ingin jadi ulama saja.

Maaf, ini bukan berarti menganggap ulama adalah profesi yang tidak bergengsi atau tidak cemerlang. Bukan ke sana konteksnya ya. Hanya sebagai orang tua di jaman sekarang pastinya ingin anak berprestasi dan memiliki sesuatu yang bisa bikin bangga, bukan? Sekali lagi, bukan berarti menjadi ulama tidak membanggakan… Aduh, saya jadi bingung deh menjelaskannya.

Hanya di masyarakat tempat tinggal saya, yang basicnya mayoritas penduduk muslim dengan latar pesantren dan sekolahnya baik formal maupun informal banyak yang bernaung kepada departemen agama RI (Islam), untuk menjadi ulama, alias seorang ustadz atau kiyai, dianggapnya tidak memerlukan pengorbanan khusus. Secara lulusan Madrasah Aliyah (sederajat SLTA) saja, sudah bisa kok menjadi ulama, bahkan jika dibarengi dengan mondok di pesantren salafiyah, sesuai dengan ilmu yang dimilikinya, itu udah bisa mendirikan dan menjadi pemimpin pesantren.

Jadi maksud membanggakan dan tidaknya antara ulama dan profesi lainnya itu, ini spesifik berdasarkan pandangan warga di sekitar tempat tinggal saya ya. Semoga tidak jadi salah paham dan bahan perdebatan.

Jadi di kampung saya ini, saking banyaknya lulusan pesantren, seolah jadi ulama itu bukan sebuah cita-cita yang tinggi. Ibaratnya cukup mondok gelar gelar ustadz/ustadzah udah bisa dimiliki. Beda dengan anak yang mau jadi pengacara, dokter atau lainnya, mereka kan setidaknya harus “pinter”, masuk universitas dan mengambil jurusan yang sesuai.

Oke, kembali ke artikel. Sebagai orang tua dari anak semata wayang tentu saja saya tidak ingin gegabah dalam mendidik dan mendampingi anak. Saya dan suami sepakat akan membebaskan anak memilih kelak ia bercita-cita jadi apa sesuai minat dan kemampuannya. Tapi, bukan berarti akan melepasnya begitu saja. Termasuk ketika anak kami mengatakan, jika kelak ia ingin jadi seorang ulama/kiyai/ustadz.

Apalagi keinginan anak ini benar-benar di luar dugaan saya dan suami. Jujur, suami sebagai guru matematika, dan saya yang menyukai dunia literasi, paling tidak berharap kelak anak bisa jadi guru atau dosen. Lah kok melenceng maunya jadi ustadz? (Sekali lagi, bukan mau memandang sebelah mata para ustadz lho ya… Maaf)

Untuk itu, sejak dini, saya dan suami siap mendampingi dan mengarahkan ke mana anak harus mengambil jurusan dan sekolah yang bisa mendukung sepenuhnya keinginannya itu. Jika serius ingin jadi ulama, jadilah ulama yang memiliki nilai lebih.

Makanya cukup tercengang ketika anak mengatakan tidak mau jadi dokter, tidak mau jadi tentara atau polisi dan bilang dengan entengnya mau jadi ulama saja. Disaat anak lain ingin jadi gamers profesional, ingin jadi konten kreator yang penghasilannya jut-jutan sampai milmilyaran. Lalu kami bisa apa?

Benarkah keinginan anak kami itu bisa dipertanggungjawabkan? Seriuskah dengan pilihannya ini? Lalu apa yang harus kami lakukan?

Webinar Pencerahan: Apa dan Mengapa Bisa Salah Pilih Jurusan?

Tidak ingin kejadian salah pilih jurusan seperti yang sering dikeluhkan para mahasiswa yang masuk perkuliahan demi memuaskan ambisi pihak tertentu, ketika dapat informasi ada acara webinar “Jangan Salah Pilih Jurusan!” Kenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini dengan narasumber Novitania (dosen dan conten creator) pada Sabtu 14 Oktober 2023 lalu maka saya pun dengan gercep cari info untuk ikut acaranya.

Yah, sudah bukan rahasia lagi kalau jaman seangkatan saya dan ibu narasumber itu, banyak yang merasa salah ambil jurusan baik itu karena situasi dan kondisi, maupun karena permintaan atau ambisi orang tua. Ujungnya tidak hanya kekecewaan, kelelahan yang dialami, juga profesi kedepannya yang akan dipilih yang bisa mengakibatkan tersandung kendala juga.

Apa akibatnya bila anak salah memilih jurusan?

Jika anak salah memilih jurusan, maka anak akan kehilangan minat dengan materi yang diajarkan. Akibatnya anak akan merasa malas, baik itu saat masuk kelas, mengerjakan tugas, maupun segala keperluan kuliah lainnya. Itu akan membuat kuliah makin terasa berat.

Jangan sampai kejadian timbul kekecewaan baik di pihak orang tua, maupun anak gara-gara salah ambil jurusan. Karena itu saya tertarik mengikuti webinar melalui zoom yang diselenggarakan oleh Sinotif ini. Terlebih menghadapi kenyataan keinginan anak yang ingin jadi ulama, dimana menurut lingkungan saya, itu cukup beda dari yang lain…

Rasanya plong ketika selesai mengikuti acara webinar. Makin menyadari betapa pentingnya dukungan orang tua dalam mengejar minat bakat anak, karena setelah mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Sinotif dengan topik “Jangan Salah Pilih Jurusan! Kenali Minat dan Bakat Anak Sejak Dini” ini saya dan suami mulai melihat sesungguhnya betapa berharga dukungan kita sebagai orang tua dalam menentukan jalur pendidikan buah hati. Jadi apapun kelak pilihannya itu.

Novitania, ibu dari dua orang anak yang berprofesi sebagai dosen sekaligus pembicara dalam webinar, membeberkan pandangannya tentang tren mahasiswa yang salah pilih jurusan. Menurutnya, kejadian itu sebenarnya tidak akan terjadi jika siswa, atau calon mahasiswa memiliki empat kemampuan dasar.

Empat kemampuan dasar ini diantaranya:

  1. Literasi
  2. Problem solving
  3. Digitalisasi
  4. Publik speaking

Dengan kemampuan dasar empat hal itu, disertai adanya kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial, siapa saja kini dapat mencari dan bertanya kepada mereka yang telah menjalani jurusan tertentu, untuk mendapatkan pandangan tentang jurusan serta kegiatan kampus, dan mengetahui mata kuliah yang akan mereka hadapi. Jadi kejadian salah jurusan bisa diminimalisir.

Jika dulu pilihan pada universitas terbatas, kini mahasiswa memiliki lebih banyak opsi, sehingga tren salah pilih jurusan dengan sendirinya bisa menurun. Banyaknya pilihan itu memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bisa lebih fokus pada jurusan yang sesuai dengan minat dan karir yang diinginkan secara spesifik.

Kunci Utama Menemukan Jalur Karir yang Sesuai Melalui Tes Minat dan Bakat

Dukungan orang tua bukan hanya dengan memberi izin untuk mengikuti jurusan yang diinginkan. Orang tua juga dapat memasukkan anak ke lembaga-lembaga kursus sesuai dengan minat dan bakat sang buah hati.

Jika anak mengalami kekurangan di bidang tertentu, orang tua dapat mendorong anak untuk mengikuti kursus yang dapat meningkatkan keterampilannya dalam bidang yang kurang itu. Ini bisa menjadi solusi bagi anak yang memiliki potensi besar di bidang tertentu namun memerlukan bimbingan tambahan.

Adanya bantuan tes minat dan bakat dari Sinotif juga turut berkontribusi. Anak dan orang tua dapat memiliki gambaran mengenai bakat dan minat, sehingga dapat membuat keputusan lebih baik.

Tes bakat dan minat bisa dilakukan sejak usia dini, sehingga bisa memberikan pandangan yang lebih jelas tentang kecenderungan anak.

Tes minat dan bakat sangat penting karena membantu anak menentukan arah hidupnya dan memilih jurusan kuliah yang sesuai.

Dengan demikian memungkinkan juga bagi orang tua untuk memberikan dukungan yang lebih baik sesuai dengan minat bakat anaknya, sehingga salah pilih jurusan kemungkinan jadi lebih sangat kecil.

Kapan tes ini bisa dilakukan? Bisa dilakukan mulai usia anak 5 tahun. Dengan mengetahui minat anak di bidang tertentu, dukungan orang tua lebih mudah dan dapat memberikan stimulus yang sesuai, membantu anak mengembangkan kognitif, psikomotorik, dan emosional mereka.

Namun, perlu diingat bahwa minat bakat anak dapat berubah seiring waktu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengalaman baru, teman-teman baru, atau informasi baru yang diperoleh melalui internet.

Jadi orang tua dapat melakukan tes minat dan bakat kembali jika anak sudah memasuki masa remaja dan menuju dewasa bila dianggap perlu. Melakukan tes berkali-kali memungkinkan untuk terus mendukung anak dalam perkembangan mereka hingga dewasa.

Dukungan Orang Tua dan Sinotif dalam Meningkatkan Skill Minat Bakat Anak

Orang tua yang memiliki anak dengan minat di bidang eksakta, seperti matematika, fisika, dan kimia bisa menjadikan Sinotif sebagai salah satu solusi, lho!

Sinotif adalah lembaga bimbingan belajar online yang fokus pada mata pelajaran matematika, fisika dan kimia.

Didirikan pada 25 Maret 2000, Sinotif telah mengalami transformasi menjadi lembaga bimbingan belajar online “live dan interaktif” dan telah membimbing lebih dari tiga puluh ribu siswa dari seluruh Indonesia.

Dengan metode belajar online live interaktif, Sinotif menyajikan pengalaman belajar yang memberikan nuansa tatap muka. Program-program yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan dan target masing-masing siswa.

Sinotif sangat memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dalam belajar. Oleh karena itu menawarkan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan individual siswa. Sistem demikian memberikan ketenangan kepada orang tua dan memungkinkan anak bisa lebih fokus pada aktivitas mereka.

Didirikan oleh Bapak Hindra Gunawan dan Bapak Anthonyus Kuswanto, Sinotif memiliki visi menjadi perusahaan pendidikan terbaik di dunia yang terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi di bidang pendidikan.

Misi Sinotif membangun dan mengembangkan generasi muda yang berkualitas, mandiri, dan mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif melalui inovasi di bidang pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan tim yang bersemangat dan fokus, Sinotif menyajikan layanan premium dengan nuansa online rasa tatap muka. Ini memungkinkan setiap anak di Indonesia untuk merasakan pengalaman belajar yang berkualitas dan bisa memilih jurusan kuliah yang sesuai.

Dalam perjalanan panjang mencari jurusan, tes minat dan bakat, dan dukungan dari orang tua dapat menjadi penentu keberhasilan. Penting bagi orang tua untuk tidak hanya memberi izin atau membatasi pilihan anak, tetapi juga untuk mendukung mereka melalui proses eksplorasi. Pilihan jurusan yang tepat bukan hanya menjaga masa depan akademis, tetapi juga melibatkan kebahagiaan dan pemenuhan diri.

Tes minat dan bakat dapat menjadi petunjuk, dan Sinotif adalah salah satu alat yang dapat membantu anak mengembangkan potensi mereka di bidang eksakta.

Mendukung anak sejak dini, memberikan stimulus yang sesuai, dan memberikan layanan bimbingan belajar yang terfokus dapat menjadi kunci kesuksesan anak dalam mengejar impian mereka.

Anak saya lemah dalam pelajaran eksakta bukan berarti gak harus memperdalam ilmu itu karena yih cita-citanya juga jadi ustadz. Heloo, tahukah untuk bisa diterima di pondok modern yang selama ini kami incar, justru diberlakukan testing masuk tidak hanya tentang ilmu agama, tapi juga ada test matematika dan bahasanya juga.

Nah, jadi jelas ya apapun cita-citanya mempelajari ilmu dasar itu memang keharusan. Saat anak memiliki kelemahan, disinilah Sinotif berperan untuk lebih meringankan beban anak dengan mendampingi pembelajaran anak hingga anak senang, paham dan dapat melalui testing dengan baik.

Jadi, dalam memilih jurusan saat sekolah maupun kuliah memang harus disiapkan sejak dini. Orang tua dan Sinotif bisa bersama-sama membantu buah hati menemukan jalan menuju keberhasilan.

Karena setiap anak memiliki potensi yang berbeda, dan sebagai orang tua, memiliki peran penting dalam membimbing mereka melewati kebingungannya.

Bagaimana cara menentukan jurusan yang tepat untuk kuliah?

Selain mengenali minat dan bakat ribaddi anak, lakukan juga riset tentang jurusan yang diinginkan. Bisa dibarengi mengikuti tes bakat dan minat yang diselenggarakan oleh Sinotif. Konsultasi juga dengan pihak yang berpengalaman. Sambil jalan pertimbangkan juga akan potensi karir di masa depan, gaji, kepuasan kerja, peluang pengembangan karir, potensi pertumbuhan industri dan lingkungan, disertai selalu mengevaluasi diri akan kelebihan serta kelemahan.

Sekarang saya dan suami tidak merasa minder lagi dengan cita-cita anak yang menginginkan menjadi seorang ulama atau ustadz. Yang kami lakukan ialah mengarahkan anak kemana ia bisa melanjutkan sekolah.

Termasuk saat mengetahui masuk pondok yang diinginkan anak ternyata harus melalui testing ilmu eksakta juga (sementara anak kami kami lemah dalam pelajaran eksakta) maka belajar lebih privat di Sinotif juga kami jadikan sebagai salah satu bentuk ikhtiar demi mewujudkan harapan dan cita-cita anak.

Tes minat dan bakat dari Sinotif yang disampaikan narasumber Ibu Novitania, bukan hanya alat pemetaan, tapi juga dukungan terbaik orang tua untuk memahami keinginan anak. Karena sejak dini justru orang tua dapat memberikan stimulus yang sesuai dan bisa membimbing anak menuju keputusan jurusan kuliah yang tepat.

33 thoughts on “Jangan Salah Pilih Jurusan!”

  1. soal salah pilih jurusan
    aku menjadi salah satu contohnya hehehe
    iya dulu aku kurang mendalami diri sendiri sehingga ga tau mau dibawa kemana cita2ku
    dengan adanya tes peminatan sebenarnya membantu banget ortu atau anak yang masih bingung

    Reply
    • Salah jurusan sebaiknya memang perlu dihindari, dan bisa dibentuk kesukaan mapel apa pada anak2 sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Sehingga orang tua juga bisa tahu kelebihan anak2, dan bagaimana cara mereka mengembangkannya pada pelajaran yang fokus untuk diminati.

      Reply
  2. Salah pilih jurusan ini benar-benar harus dihindari sih, soalnya anaknya jadi malas belajar dan bisa berujung nggak mau kuliah lagi seperti kerabatku. Makanya setuju banget sih tentang pentingnya kenali minat anak sejak dini dan diarah dengan ikut kursus dan lain-lain supaya ke depan jelas mau ambil jurusan apa dan kuliah pun jadi happy ya.

    Reply
  3. Kalau aku pake tes sidik jari mbak.. untuk mengetahui kecerdasan anak. Biasanya dari sana kedetect mengenai cara berpikir, karakter, mesin kecerdasan diri sampe minat anak. Sehingga bisa nentuin jurusan sesuai atau tidaknya dengan mesin kecerdasan, minat dan Karakternya.

    Reply
  4. Di keluarga saya nih, banyak banget yang salah jurusan

    Mereka memilih satu jurusan karena memimpikan kalo lulus gajinya bakal gede

    Untung ada Sinotif ya? Yang melakukan pendekatan berbeda ke setiap anak

    Sehingga mereka mantap memilih jurusan dan enjoy kuliah

    Reply
  5. Minat dan bakat untuk si anak ini memang harus jeli diperhatikan oleh orangtua ya Teh. Jadi bisa diarahkan jurusannya nanti akan ke mana

    Reply
  6. Betul sekali, jangan sampai anak-anak salah jurusan. Pengalaman pribadi saya yang memiliki orang tua dominan adalah salah pilih jurusan perkuliahan karena jurusannya itu orang tua saya yang pilihkan. Padahal tugas orang tua hanya mengarahkan, bukan menentukan.

    Reply
  7. Aku termasuk tim yang salah jurusan, kuliah jurusan apa, kerjanya apa. Tapi kalau zaman now, nantinya benar-benar harus dipersiapkan jangan sampai anak salah jurusan. Selain mempertimbangkan keinginan anak, perlu dilihat juga potensi karier beberapa tahun ke depan dan peluang pengembangan kariernya nanti seperti apa. Btw, thank you Mak for sharing!

    Reply
  8. Aku termasuk anak yang ngga bisa mengenali minat dan bakat sendiri lho the. Sampe dulu mikir jangan-jangan aku salah jurusan? Wkwkwk. Jadi ngga mau hal ini kejadian ke anak2 nanti. Jadi emang penting banget ya dukungan ortu buat mengenali minat bakat anak. Oh bisa ya ikutan res mulai umur 5 th. Oke dehh. Buat anak yang demen eksak cocok nih gabung Sinotif.

    Reply
  9. Semoga bisa lulus yaaa. Anak aku teh yg mau aku pondokin belum tk sounding dari kecil. Pengin ada 1 aja anak yg di pondok.
    Salah jurusan nggak enak ya, alhamdulillah aku nggak mengalaminya teh hanya dengar cerita aja dari kakak. Sinotif mapelnya itu mafia ya konsentrasinya. Keren

    Reply
  10. waktu masih duduk di bangku sekolah, dari SD, SMP, sampai SMA aku termasuk rajin ikutan les bimbel, Tapi pas udah kelas 3 SMA, malah bingung pengen masuk jruusan apa waktu kuliah. Basicnya sebenernya IPA, tapi waktu ikutan tes SPMB pilih IPC, jadi bisa campuran. Ehh ternyata lulus di jurusan hukum. Menyimpang jauh banget dari Kelas aku di 3 SMA yaitu IPA

    Reply
  11. Bener banget, milih jurusan kuliah yang pas dengan minat, bakat, dan kemampuan anak itu harus banget. Kalo enggak, pasti kuliahnya gak akan lancar. Huhu jadi inget aku dulu. Kayaknya salah jurusan. Walopun ada bakat, tapi minat kurang. Jadinya pas berkarir kok rasanya gak enjoy dan gak pas. Dulu mikirnya cuma dari passing grade dan nama kampusnya aja. Coba kalo aku dulu masuk jurnalis atau apa yang sesuai dengan minat kepenulisan, aku mungkin bisa berkembang. Tapi ya gapapa, masih bisa dipelajari.

    Btw, keren nih Sinotif bisa mengarahkan anak ke jurusan yang tepat. Semoga banyak yang mendapatkan manfaatnya nih.

    Reply
  12. Aku pernah kerja di salah satu institusi pendidikan dan mereka punya program analisis minat dan bakat juga Mak. Memang cukup membantu sih untuk mengarahkan siswa ke bidang yang bener-bener dia minati, jadi nggak ngerasa “terjebak” saat masuk di proses pembelajaran berikutnya.

    Reply
  13. Dulu aku sempat kepikiran mau ambil jurusan bahasa, tapi ragu2 eh masuknya ekonomi hahaha 😀 Senangnya, setelah jadi ibu muda kesampaian juga seseruan di bidang tulis-menulis. Sinotif ini sangat membantu anak dan orangtua mencari solusi dan mendapatkan gambaran soal minat dan bakat anak supaya tidak salah memilih jurusan.

    Reply
  14. perkara yang penting banget nih soal pilih jurusan, kebayang. masuk jurusan IPA atau IPS di level SMA saja lumayan dramanya, bahkan setelah anak ikutin tes minat dan bakat, tetep aja si anak akdang ngomong, jangan2 aku salah pilih jurusan ya bu? Duh! makanya untuk ke jenjang univeristas harus lbh aware lagi nih

    Reply
  15. Ini kegalauan para orangtua sebenarnya. Aku juga masih bingung nih ngarahin anakku kemana, soalnya minatnya kan masih berubah-ubah. Jd kuusahakan utk memfasilitasi pengembangan kemampuan sesuai minatnya saat ini aja. Aku sendiri, untungnya nggak ngalamin salah jurusan sih. Karena ortu ngebebasin banget mau kuliah apa

    Reply
  16. Wah kebetulan saya lagi butuh banget tulisan tentang pilih jurusan. Sulung saya sebentar lagi kuliah. Minatnya ada dua lebih. Pilih yang mana belum tau. Makasih ulasannya. Jadi pingin ikut test minat dan bakat dari Sinotif.

    Reply
  17. Salah pilih jurusan ini kadang bahaya, ya. Tapi di jaman sekarang masih ada yang memaksakan kehendak anaknya.

    Anaknya pengen jurusan A, orangtuanya pengen B, dll.

    Padahal kalau salah jurusan anak jadi kurang semangat, kelelahan, tidak fokus, dll. Fatalnya lagi bisa salah karir.

    Berhubung sudah ada sinotif, bisa banget ya test bakat dan minat anak di bidang apa. Biar gak salah jurusan nantinya.

    Reply
  18. Nah, terkait minat dan bakat anak nih Teh, rada bingung menghadapi anak keduaku. Di sekolah, nilai IPSnya lebih bagus, tapi dia kekeuh ntar begitu masuk SMA penginnya masuk jurusan IPA. Dia suka IPA, tapi nilai IPAnya di bawah nilai IPS. Nah kaann.. ibunya jadi bingung nih hehehee… perlu tes bakat juga nih kayaknya.

    Reply
  19. Seru banget sih ini ada kak Novitania juga sebagai nara sumbernya, memang ya yang namanya sekolah harus disesuaikan dengan bakat dan minat kita. Karena kalau dulu aku lebih ke yang nurut sama pilihan orang tua, so far sih senang. Karena kalau gak gitu, aku gak bakalan tau kalau dulu suka dengan apa yang ku jalankan sekarang ini.

    Reply
  20. Dengan mengetahui minat anak, orang tua jadi lebih mudah mendukung minatnya dan dapat memberikan stimulus yang sesuai, membantu anak mengembangkan kognitif, psikomotorik, dan emosional mereka, ya.
    Saya termasuk yang salah jurusan. Sebenarnya suka salah satu bidangnya yang spesifik, tetapi ternyata harus mempelajari juga mata kuliah umum yang saya gak suka hehehe

    Reply
  21. kalau saya dulu gak sempat kuliah, jadi seminar semacam ini penting untuk persiapan anak kelak kalau kuliah. agar bisa mengarahkan minat dan jurusan kuliahnya kelak

    Reply
  22. Ada banyak juga ya.. ceklistnya yang kudu terus di evaluasi dari waktu ke waktu agar anak mantap memiliuh jurusan dan merasa gak salah dalam memilih.
    Sebagai orangtua, pastinya ada masa-masa kaya yang “Bisa ga yaa..” atau “Ideal ga yaa..”
    Banyak kekhawatiran ini justru membuat anak-anak meragu.

    Sebaiknya terus memperbaiki mindset pekerjaan zaman sekarang dan perluas ilmu parenting dengan mengikuti acara dari Sinotif seperti ini.

    Reply
  23. Nah pastikan dulu minat keman, terus selesai kuliah mau kerja dimana.. tetapkan seusuai rencana , jangan sampai salah jurusan terus kuliah gak maksimal..waktu uang tenaga jadi sia sia

    Reply
  24. Salah pilih jurusan ini memang hal yang bikin tersesat kalau kita ga bisa mengubah haluan. Kayak aku nih korban salah jurusan wkwkkw, gak minat ITI kuliah di bidang ITI, makanya aku hati-hati sama anak-anak. Makasih infonya, Teh

    Reply
  25. selain salah jurusan, ada juga nih yang kuliahnya sesuai jurusan yang diinginkan tapi ketika bekerja eh malah jauh dari background pendidikan. Tapi intinya memang harus bisa menambah skill dan menguasai beberapa pelajaran supaya jadi bekal nanti ya

    Reply
  26. noted teh, 4 kemampuan dasar yang harus dipenuhi anak: Literasi, Problem solving, Digitalisasi, Publik speaking. Hm, ini semacam softskill ya, memang perlu latihan untuk ini tuh 😀

    Reply
  27. Cita-citanya mulia banget Teh anaknya ya ustaz juga guru dan bisa diajari menulis dan jadi nilai tambah untuknya ya jadi ngga jauh melenceng dari keinginan ortu. orang tua hanya bisa mengarahkan biar cocok dan nggak salah jurusan, semoga lancar yaa

    Reply
  28. Salah pilih jurusan. Kadang saya berpikir gitu juga lho. Napa dulu saya demen banget akuntansi terus sekarang cinta ama bahasa.

    Jaman sekolah tuh aku kurang suka pelajaran bahasa lho. Karena bikin pusing. Banyak hapalan dan lainnya. Jadi, lebih suka ngitung deh.

    Eh, giliran udah kerja, terus ngeblog. Napa dulu gak ambil bahasa ya? Hahaha

    Reply
  29. Memang bahaya banget kalau sampai anak salah jurusan. Untung saja ada tes minat bakat. Bisa diminimalisir sedini mungkin sebelum anak kuliah. Enak juga ada lembaga bimbingan belajar online “live dan interaktif” . Anak jadi tidak bosan kalau les di sinotif.

    Reply
  30. Dari pengalaman emang bener sih Mba, jangan salah pilih ambil jurusan. Sebaiknya pilih jurusan yang bisa menunjang karir kita di masa mendatang.

    Reply
  31. Punya gambaran untuk jurusan kuliah ini penting banget. Bikin semangat belajar juga dan saat nanti bisa mendapatkan jurusan yang diinginkan setiap proses belajarnya juga pasti akan menyenangkan. Apalagi sekarang ada bimbel Sinotif yang bisa dijangkau secara luas dari manapun..

    Reply

Leave a Comment

%d bloggers like this: