Tips Berpuasa Anak

Tips berpuasa untuk anak

Menginjak hari ke 20 puasa kemarin, Fahmi sudah menamatkan 15 hari puasa full. Alhamdulillah. Sisanya ia terpaksa saya suruh batal puasa sejak Selasa kemarin ia terkena demam dan meriang. Ya iyalah saya paksa Fahmi berbuka meski anaknya sendiri nangis, tidak ingin membatalkan puasanya. Anak sakit masa dipaksa puasa?

Fahmi sendiri keukeuh merasa sayang untuk membatalkan puasa dengan alasan tidak ingin ditertawakan oleh temannya. Saya pun menyanggupi tidak akan bilang siapa-siapa kalau Fahmi terpaksa membatalkan puasa karena sakit. Asalkan minum obat, istirahat dan cepat sembuh.

Kondisi Fahmi baru terlihat lebih baik setelah 4 – 5 hari kemudian. Kemarin ia sebenarnya bisa menamatkan kembali puasanya, hanya saya tetap mengharuskan Fahmi menghabiskan dulu obat yang dikasih dokter. Insyaallah mungkin hari ini hari ke 21 Fahmi bisa lanjut lagi menjalankan puasa.

Dibanding temannya di sekolah, Fahmi memang anak yang paling kecil, baik dari segi usia, maupun dilihat secara fisik. Minggu lalu saat masih sekolah (sebelum jatuh sakit demam) saya pernah bertanya di depan teman-temannya, siapa yang sudah batal puasanya? Semua teman Fahmi angkat tangan. Ada yang sehari, dua hari, tiga hari dst. Hanya Fahmi (saat itu) yang belum bocor.

“Ih, Reza, kamu gede-gede batal puasa udah tiga kali. Kalah sama anak kecil. Si Fahmi belum pernah batal tuh,” kata Fahri membuli Reza. Membandingkan Reza yang usia lebih atas 2 tahun, begitu juga badannya yang lebih bongsor, dengan Fahmi yang super mini. Semua pun saling menertawakan. Dari 10 orang anak laki-laki di kelas, hanya Fahmi yang belum bocor puasanya.

Karena itu mungkin ketika sakit saya suruh Fahmi tidak puasa, Fahmi tidak mau, dengan alasan tidak ingin ditertawakan teman-temannya. Jika saja saya tidak memaksanya saya yakin Fahmi akan tetap bertahan puasa. Ya, saya tahu karakter Fahmi.

Tahun lalu, Fahmi belajar puasa hingga tengah hari. Setelah beduk duhur ia lanjut lagi berpuasa hingga magrib. Tahun ini atas kesadaran sendiri Fahmi berpuasa sampai beduk magrib. Fahmi sendiri yang cerita kalau ia mau puasa penuh seperti ayah ibu.

Belajar dari semua itu, saya bisa merangkum jika anak akan semangat dan senang menjalankan puasa apabila:

Tahu Alasan.

Sejak dini menanamkan kepada anak apa itu puasa, bagaimana puasa, dan kenapa kita harus puasa. Saya dan suami tidak pernah memberi iming-iming atau janji-janji misal kalau puasa nanti dibelikan ini, kalau puasa nanti dikasih anu, tidak. Karena kami tahu jika demikian anak akan berpuasa karena pamrih sesuatu, bukan karena Allah.

Jadi Teladan.

Jika menyuruh anak berpuasa, sebagai orang tua jelas kita harus jadi suri teladan bagi mereka. Memang ada nyuruh anak puasa tapi orang tuanya tidak? Ada. Ini nyata. Anaknya baik, pintar, ibunya juga mengerti secara psikologis dan dunia parenting. Mereka berpuasa seperti Fahmi dan saya. Hanya sayang, ayahnya si anak yang justru tidak berpuasa. Alih-alih memberi contoh yang baik, itu ayah si anak malah justru makan serta merokok di siang hari di depan anak istrinya yang sedang berpuasa. Bayangkan, sekuat apapun iman si anak, jika orang tuanya sendiri beri contoh tidak baik, apa yakin kelak anak tetap berdiri pada keteguhan nya?

Lingkungan Mendukung

Sama seperti keluarga, jiwa anak yang masih suka bermain dan bertemu teman sebaya sudah pasti akan mendapatkan pengaruh, baik positif maupun negatif dari teman bermainnya itu. Nah lingkungan atau teman itu yang harus kita pastikan.

Saat teman sebaya berpuasa anak akan semakin kuat untuk ikut berpuasa. Tapi ketika anak kita berpuasa, lalu bermain dengan anak yang bebas makan minum di siang hari, jangan harap anak kita bisa kuat. Jangankan anak-anak orang dewasa saja pasti akan ada rasa goyah.

Beruntungnya Fahmi berada di lingkungan yang mendukung. Di rumah ia berteman dengan murid-murid mengaji ayahnya. Di sekolah, masih bisa dibilang berteman juga dengan teman satu sekolah agama serta sebagian anak mengaji di rumah. Tidak hanya terkontrol dari etika dan karakter baik, tapi juga dari segi sosial dan interaksi yang sehat.

Inj akan bertolak belakang pastinya jika Fahmi berteman dengan anak yang tidak mengaji, tidak sekolah agama dan tidak mendapatkan dukungan yang maksimal dari orang tuanya dalam memahami, menerapkan dan menjalankan ibadah puasa. Wallahu alam.

Comments

  1. Masyaallah, barakallah buat Fahmi yg kuat puasa full tanpa bolong. Moga jadi anak salih selalu ya.

  2. Memang lingkungan juga sangat mendukung seorang anak untuk berpuasa, mba. Alhamdulillah semoga dimudahkan dan dilancarkan puasanyaa

  3. 3 faktor itu memang mendukung banget. Semoga Fahmi terus semangat puasanya, ya.

  4. kebetan dirumah ibuku punya 4 anak angkat dan mereka udah diajarin puasa juga dari kecil, Alhamdulillah sejak usia 7 tahun udah pada full puasanya

  5. Aku baru kali ini deh rada susah ngajarin anak puasa. Di luar dugaan pisan. Anakku yang nomor 3, kalo saat gak puasa, susah makan pisan. Lha sekarang, malah bawaannya lapar terus. alhamdulillah deh walopun belom pernah tamat sampe magrib, dia udah belajar puasa.

  6. Lingkungan itu penting banget karena banyak anak yang tadinya puasa jadi gak puasa karena temannya gak puasa

Speak Your Mind

*