Belajar dari Jargon Iklan Minuman

Puasa hari ke dua, sekitar jam sebelas Fahmi putra saya udah mulai merengek. Saya mengerti ia pasti udah merasakan lapar atau haus. Segera saya ajak ia bermain dan ngobrol.

Tapi lagi-lagi ia membelokkan obrolan ke makanan dan minuman. Hem… Saya jadi terpancing ngobrolin minuman juga jadinya. Kebetulan ingat ada tugas bercerita tentang iklan jadul yang menginspirasi. Ya meski mungkin aslinya tidak menginspirasi tapi tetap saya ceritakan kepada anak. Eh ternyata ia malah antusias!

Jadi saya cerita jaman saya SD (seusia Fahmi sekarang) saat itu tv di rumah masih hitam putih. Kalau mau nonton tv berwarna, harus nebeng nonton di rumah tetangga. Fahmi tertawa. Dikira bohong kalau ibunya ini punya pengalaman mau nonton film kartun harus pupuntenan, meminta kesadaran yang punya rumah menyetel televis. Segitunya…

Ada banyak iklan dan saat itu masih terasa aneh. Nontonnya sampai antusias gitu. Ingat beberapa iklan jadul minuman yang dulu pernah tayang di televisi dan saya tonton:

Minuman Buavita. Sampai sekarang minuman ini masih ada ya. Hanya desain kemasan yang dulu berbeda dengan yang sekarang.

Minuman Calpico. Belum pernah beli sih minuman susu fermentasi dengan rasa yang unik ini hanya ingat semakin ke sini iklannya pernah dibintangi Irfan Hakim.

Minuman Fruit Tea. Ini yang jadi pelopor minuman teh dengan rasa buah kalau ga salah. Sekarang Fahmi suka banget minum Fruit Tea, apalagi kalau beli ayam goreng di Hisana.

Masih ada banyak iklan minuman seperti Marimas, Frutang, Finto, Jas Jus, Energen, Teh Sisri dan yang masih melekat kuat dalam ingatan itu adalah iklan minuman NutriSari yang dibintangi Joshua Suherman. Ini sepertinya iklan yang paling ikonik. Siapa yang pernah ikutan membelah botolnya seperti di iklan? Hahaha…

Iklan Nutrisari yang dibintangi Joshua Suherman hingga sekarang Jojo nya sendiri sudah berkeluarga adalah jargon yang selalu diingat adalah kalimat “Jeruk kok minum jeruk?”

Jojo dengan jargon iklannya yang fenomenal

“Itu artinya apa,Bu?” Duh, bingung juga ujungnya anak nanya tentang “Jeruk minum Jeruk”.

Lalu saya pun sedikit bercerita tentang masalah besar yang harus kita hindari yaitu mengenai l*sbi*n, g*y, b*s*xual, dan tr*nsg*nder (L*BT).

Meski pimpinan gereja Katolik dan sekaligus kepala Negara Kota Vatikan, Paus Fransiskus, memberi dukungan terhadap pasangan sesama jenis di kita itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Apalagi khususnya Muslim jelas bertentangan dan sudah dijelaskan laknatnya dalam Alquran.

Dijelaskan dalam Al-Qur’an pertama kali terjadi pada zaman Nabi Luth As.

Allah SWT mengutus Nabi Luth sebagai seorang Rasul ke sebuah negeri bernama Sodom dekat Baitul Maqdis untuk menyadarkan kaumnya.

Nabi Luth bertanya kepada kaumnya, (Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu), perbuatan keji yang dimaksud adalah kawin sesama jenis.

Hal tersebut belum dilakukan seorangpun sebelum mereka, karena kawin sesama jenis belum ada pada umat-umat sebelumnya.

Sesuai kodratnya manusia diciptakan berpasangan, dalam Alquran dijelaskan bahwa sesungguhnya seseorang yang mendatangi sesama laki-laki atau perempuan untuk melampiaskan syahwatnya dan mengabaikan kodrat sungguh hal tersebut tidak benar.

Perbuatan “Jeruk Makan Jeruk” identik dengan perbuatan para L*BT yang nyata telah melanggar aturan Allah karena telah keluar dari kondisi normal yang ada pada diri manusia dan telah menyimpang dari akal sehat dan fitrah yang mulia.

Bertahun-tahun berusaha membimbing dan menyadarkan umatnya agar kembali ke jalan yang lurus. Namun, hanya sedikit yang mengikuti ajaran dari Nabi Luth.

Allah SWT pun menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya beserta pengikutnya kecuali istrinya, karena istri Nabi Luth bagian dari kaum yang menentang.

Allah memerintahkan Nabi Luth dan rombongan untuk keluar dari kota pada malam hari. Kemudian Allah turunkan hujan lebat dengan batu. Nasib kaum itu berakhir dengan kebinasaan dan kehinaan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Jika umatku telah menghalalkan lima hal, mereka akan mendapat kebinasaan:

  • (1) jika sikap saling melaknat (dan mencela) telah tampak (dan tersebar),
  • (2) meminum khamr,
  • (3) para lelaki memakai sutra,
  • (4) banyak memanfaatkan para penyanyi, serta
  • (5) kaum lelaki merasa cukup dengan lelaki dan kaum wanita merasa cukup dengan wanita (h*m*s*ksual dan l*sbian).”

(HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 5086)

 

Entah paham atau tidak, tapi Fahmi hanya manggut-manggut saja. Semoga kita terhindar dari hal yang dilarang Allah SWT.

Gara-gara ngobrolin iklan minuman jadul yang jelas berbeda antara yang dulu dengan yang sekarang karena banyak produk minuman yang sudah berganti kemasan ataupun varian rasa kami ngobrol-ngobrolnya jadi jauh kemana-mana. Semoga saja selain ingat iklannya bikin kita bernostalgia, semoga juga ada ilmu dan hikmat yang bermanfaat yang kita dapat. Aamiin…

12 thoughts on “Belajar dari Jargon Iklan Minuman”

  1. Wah, keren Teh Okti dari jargon iklan bisa dihubungkan sama pembahasan LGBT. Tapi memang semakin marak ya kasus2 ini, jadi anak-anak ya perlu kita kasih bimbingan, jangan sampai melakukan yang Allah nggak suka.

    Reply
  2. Sama kok mba, di kami ajaran katolik juga melarang LGBT dan mengatakan itu dosa, pernikahan mereka tetap gak sah dan gak diakui oleh gereja katolik . Namun soal dosa seseorang bukan ranah kami yang menghakimi, karena pengadilan sejatinya milik Nya.

    Nah pernyataan Paus setuju soal peraturan negara mengesahkan keluarga LGBT kembali kepada negara karena memang dalam sebuah negara gak semua katolik kan hehe.. Dan untuk umat katolik sendiri selain ada peraturan negara juga ada peraturan agama begitu kira kira..

    Amin semoga kita tetap diberi kekuatan taat pada Nya.

    Reply
  3. Hal yang biasa dan ditolelir oleh manusia bisa jadi tidak disukai Allah dan itu terjadi dalam kasus LGBT. Secara sosial, kita memang sulit mencegah atau memberikan nasihat karena kompleksnya pemahaman masing-masing kelompok/orang. Namun, tetap pada keyakinan dan sesuai ayat Allah itu akan membuat kita punya prinsip. Namun, tetap menerima jika ada ilmu sosial yang berkaitan dgn itu. Misalnya ilmu psikologi, dll

    Reply
  4. Gegara tulisan teh okti, saya baru sadar loh pesan jargon itu
    Padahal dulu waktu nonton iklannya cuma ngeh si karakter jeruknya kok minum jeruk? Minum diri sendiri dong, hihihi
    Sepolos ituuu

    Reply
  5. MasyaAllah. Senang banget mampir ke tulisan Teteh. Aku ingat banget sama iklan Nutrisari ini. Ikonik memang. Sama karakter si Jeruk juga nih. Sampai dulu ada koleksi hiasan pensil sekaligus bisa jadi penghapusnya kalau beli produk bubuknya yang pakai botol kaca itu.

    Aih, Kaum Sodom memang ya Teh. Rasanya saat ini, malah makin banyak yang menampakkan diri kembali

    Reply
  6. Sampai sekarang aku masih belum berani ngobrol tentang lgbt sama anak-anak. Bahkan saat mereka melihat “banci” Saja, aku masih berusaha memberitahu secara halus sekali kalo laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan. Begitu sebaliknya. Belum berani cerita banci itu orientasinya kemana.
    Semoga anak kita selalu dijaga Allah dari perbuatan fahisha ya teh..

    Reply
  7. Iklan meski kelihatan hanya lewat tapi membawa pesan bermanfaat. Senang dengan iklan legend seperti iklan Nutrisari ini. Sampai melekat ya kenangannya..
    Dan bener nih kaitannya dengan LGBT, semoga kita dijauhkan dari hal yang bertentangan dengan perintah agama

    Reply
  8. Ah iya ya Teh, jeruk kok makan jeruk,, selain diasosiasikan ke LGBT satu lg sering juga iklan Joshua ini digunakan di kehidupan kampus. Dosen S1 kok mengajar S1, jeruk makan jeruk dong, nah begitu Teh ktnya,, wkwk

    Reply
  9. Memang jargon yang masih dikenali sampai sekarang ya ‘jeruk minum jeruk’ ye kan…
    Masih dipake malah sampai sekarng itu jargon.
    Iklan sekarang gak begitu ngikutin, jarang nonton tivi

    Reply

Leave a Reply to Inova Melisa Priyanto Cancel reply

%d bloggers like this: