Cara Bermain Permainan Tradisional Sondah atau Engklek

Cara Bermain Permainan Tradisional Sondah atau Engklek

Tepat jam 9 pintu kelas didorong kuat dari dalam. Sedetik kemudian berhamburan anak kelas satu dengan segala macam mimik muka. Jeritan, teriakan, sampai suara anak yang memanggil-manggil ibunya pun semakin ramai terdengar.

Sebagian anak disambut ibu yang sudah setia menanti. Sebagian lagi langsung berlarian ke tanah lapang. Tapi lebih banyak lagi anak yang berhamburan ke kantin sekolah. Jajan camilan kesukaannya.

Saat sebagian anak sedang menikmati bekal yang dibawa ibunya masing masing, atau sebagian lagi jajan di kantin sekolah sambil tertawa-tawa, terlihat ada sebagian anak yang hanya bergerombol, duduk dan bercengkerama di sisi lapangan.

“Sondah yuk?”

“Yu.. Ayo…”

Beberapa anak kemudian terlihat buat kesepakatan. Mereka tampak melipir ke sisi lapang, mencari serpihan genting untuk dijadikan kojo. Beberapa anak lain menggunakan kapur membuat bidak sondah dengan cepatnya.

Setelah masing-masing dapat kojo permainan sondah pun dimulai. Lalu satu anak mulai bermain sondah diperhatikan oleh teman-teman lainnya yang menanti giliran bermain.

Permainan sondah termasuk permainan anak tadisional yang sudah mulai jarang dimainkan anak-anak jaman sekarang. Sondah, atau di tempat lain disebut engklek, biasanya dimainkan oleh anak-anak, biasanya anak perempuan.

Sondah yang biasa disebut engklek, di daerah lain disebut juga dengan istilah intingan, gedrik, deprok dan atau tepuk gunung ini memiliki beberapa macam bentuk pola gambar permainannya. Ada sondah dengan bentuk tapak gunung, kapal-kapalan, bentuk sorong, bentuk baling-baling, dan banyak lagi bentuk lainnya.

Senangnya melihat anak-anak secara riang bergantian bermain sondah, karena dengan bermain seperti itu akan ada banyak hal yang bisa didapat si anak. Mulai filosofi dari permainan sondah itu sendiri sampai nilai-nilai kearifan lokal yang syarat dengan kebaikan.

Bermain sondah secara tidak langsung mendidik anak terkait perjuangan dalam mencapai sesuatu. Bahwa dalam membangun rumah (pencapaian dalam tingkatan bermain sondah) itu tidaklah mudah. Mereka belajar bersaing dengan adil, bukan rebutan.

Adanya aturan dalam bermain sondah ini mengajarkan anak untuk belajar mematuhi aturan dan kesepakatan. Meloncat dari satu petak ke petak lain dengan satu kaki, ini juga mengajarkan anak akan keseimbangan, kekuatan, dan daya tahan. Dengan kata lain bermain sondah dapat melatih motorik kasar anak.

 

Nilai positif lain dari permainan tradisional ini adalah anak akan dengan baik mengenal lingkungan sekitarnya. Permainan sondah yang dilakukan di luar rumah mendidik anak menjadi lebih mandiri dengan sendirinya. Anak mulai terbiasa main dengan teman sebaya, bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

 

Mau bermain sondah tapi tidak tahu caranya? Jangan khawatir, berikut sedikit gambaran persiapan kalau mau bermain sondah yang bisa kita ajarkan lagi kepada anak-anak yang belum mengenal permainan tradisional ini:

1. Sondah adalah permainan tradisional sederhana yang tidak banyak alat. Cukup kapur untuk menggambar di teras semen atau menggores dengan ujung genteng di tanah.

2. Membuat dulu pola sondakh sesuai dengan keinginan, ada sondah kapal, sondah baling-baling dan sebagainya.

3. Siapkan potongan genting atau batu pipih lainnya yang akan digunakan untuk kojo atau tanda ketika permainan berlangsung

4. Tentukan urutan pemain supaya bisa bergiliran dengan adil. Bisa dengan hompimpa, diundi nomor, atau suit.

5. Semua kojo yang dikenali oleh pemilik nya disimpan di kotak pertama. Pemain meloncat melewati kotak pertama tanpa menginjak kotak yang terdapat kojo di dalamnya dengan satu kaki. Terus meloncat dari kotak satu ke kotak selanjutnya sampai kotak terakhir.

6. Setelah menginjak kotak terakhir, pemain balik arah dengan melewati kotak lagi satu per satu. Anak yang bermain berhenti sebelum kotak pertama dan mengambil genting atau kojonya. Begitu seterusnya sampai melakukan kesalahan atau dianggap melanggar aturan. Baru kemudian pemain yang salah itu digantikan oleh pemain selanjutnya sesuai urutan.

7. Aturannya pemain tidak boleh melempar kojo melebihi kotak. Kalau gagal melempar di dalam kotak, maka digantikan pemain pada urutan selanjutnya.

**

Setiap daerah memiliki aturan bermain sondah masing-masing. Jadi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa membuat aturan permainan sondah baru yang kekinian.

Silakan dicoba dan mari ajak anak-anak sekitar kita bermain sondah…

Comments

  1. Waktu daku kecil pernah main ini, tapi namanya bukan sondakh engklek, melainkan main bete.. Hahah.. Entah kenapa juga namanya bete

  2. Tahu nih aku mainnya hahaha…yang akhirnya potongan genting dilempar ke belakang dengan cara nggak liat ya. Kalau ada dalam kotak dapat bintang dengan cara dibintangin kotaknya. Hahaha seru

  3. Ya Allah jadi ingat masa kecil suka main ini. Btw kalau di Jakarta ini namanya taplak gunung hehe.

  4. Ini adalah permainan saya waktu SD. senang sekali kalau sudah main ini. Walau keringetan dan bau kecut tetap aja semangat loncat2…hehehe

  5. Engklek ingat masa kecil… dan alhamdulilahnya d sawangan masih ada teh.. anakku masih suka main sama teman2nya

Speak Your Mind

*