Ragam Masa Karantina di Desa

Ragam Masa Karantina di Desa Diumumkannya masa social distancing oleh Presiden, terkait merebaknya virus covid 19 di negara kita, membuat kondisi masyarakat yang asalnya beraktivitas normal jadi jungkir balik. Semua orang yang mengerti bagaimana masa inkubasi virus yang berasal dari Wuhan China itu berusaha untuk patuh, tidak banyak berkeliaran dengan harapan terhindar dari corona yang sudah jadi pandemi. Tapi masa karantina diri atau isolasi itu tidak begitu berpengaruh di desa tempat saya tinggal. Masyarakat anteng dengan segala kegiatannya. Petani buruh {Read More}

Tetap Produktif dari Rumah

Tetap Produktif dari Rumah Bersyukur punya Bos teramat baik kepada saya. Disaat berbagai perusahaan mulai memberlakukan sistem bekerja jarak jauh (remote) gara-gara ada penyebaran virus corona, saya justru sudah menjalani sistem kerja remote ini lebih dari empat tahun. Alhamdulillah. Jadi sudah terbiasa. Saya bukan karyawan sekelas perusahaan raksasa seperti Google, Microsoft, Twitter. Hitachi, Apple, Amazon, Chevron, atau Spotify. Saya hanya karyawan ecek-ecek yang sekarang bekerja secara remote sebagai content writer. Tidak heran kalau empat tahun lalu saya banyak beredar di {Read More}

Pelajaran dari di Rumah Saja

Pelajaran dari “Di Rumah Saja” Gerakan saatnya bekerja, belajar dan beribadah di rumah sudah banyak diterapkan banyak wilayah. Termasuk di kabupaten Cianjur. Tapi untuk wilayah Cianjur bagian selatan alias pelosok-pelosoknya, gerakan itu banyak tidak diindahkan. Suami masih bekerja, secara minggu ini kelas 12 di SLTA tempat ia ikut mengajar justru sedang mengadakan ujian. Bukan Indonesia kalau tidak berbeda-beda, hehe! Saya sendiri bekerja dari rumah sudah dilakukan sejak empat tahun yang lalu. Jadi emang sudah terbiasa. Hehehe… Tidak dadakan seperti menggoreng {Read More}

Fadilah Kewajiban

  Fadilah dari Melakukan Kewajiban Telepon dari ibu bikin senang sekaligus bingung. Senang bisa dapat kabar kalau ibu sehat-sehat saja. Bingung karena secara tidak langsung, ibu menelepon selain tanya kabar cucunya juga kasih kabar sekaligus melaporkan apa saja yang harus dibayar. Iuran Isra Miraj, baju seragam organisasi pengajian, pajak bumi dan bangunan, listrik, dan lain-lian. Meski sebagian sudah ditalangi adik, tapi saya ngerti, itu semua harus saya ganti. Saya hanya bisa narik nafas. Sebulan ini memang belum bisa kasih ibu {Read More}

Sarjana Saja Tidak Cukup

Sarjana Saja Tidak Cukup   Memancing topik pembicaraan supaya Fahmi, putra kami semangat belajarnya, saya suka ajak anak bercerita soal sekolah, cita-cita, dan apa yang diinginkannya kelak, setelah saya tua. Jawabannya selalu lucu dan polos. “Mi, senang gak sekolah?” Jawabannya hanya mengangguk. “Ami mau sampai kapan sekolah?” Jawabannya di luar dugaan. “Sampai gak boleh sama ibu…” Biyung, ibu mana yang akan melarang anaknya belajar? Semiskin-miskin nya kita, pasti tidak ingin anak putus sekolah. Cukuplah saya yang mengalami untuk belajar, harus {Read More}

Alasan Wanita Karier Tetap Bisa Hidup Waras Meski Tinggal di Pelosok Desa

Alasan Wanita Karier Tetap Bisa Hidup Waras Meski Tinggal di Pelosok Desa Jadi ibu rumah tangga itu kurang-kurangnya bisa memanage keadaan, bisa stres dan merusak diri. Banyak kan berita ibu mencelakai anak, hanya karena gak kuat menerima omongan dari suami dan keluarganya. Seorang ibu rumah tangga juga manusia, punya keinginan, waktu untuk memanjakan diri, bahkan kesempatan untuk menarik nafas segar, tanpa dibuntuti rengek anak atau masalah rumah tangga. Hanya sedikit bagian ibu rumah tangga yang memiliki kontrol emosi. Sisanya tidak {Read More}

%d bloggers like this: