Menampar Anak dengan Tontonan Memelas Dada

Menampar Anak dengan Tontonan Memelas Dada Disclaimer: kata menampar ini hanya kiasan ya… Minggu pagi kami sudah keluar hotel dan menikmati suasana Jalan Dewi Sartika yang lengang. Jauh beda dengan suasana sore dan malam hari sebelum nya dimana setiap sisi jalan penuh sesak oleh lalu lalang orang dan para pedagang. Belum jejeran sepeda motor yang parkir sepanjang jalan hingga ujung ke ujung. “Mau sarapan apa, Mi?” tanya ayahnya. Fahmi menggeleng. Masih terlalu pagi, mungkin. Apalagi di hotel tadi sudah minum {Read More}

Dislike: Fenomena Pengemis Kekinian?

Dislike: Fenomena Pengemis Kekinian? Pengemis ini saya bilang kekinian bukan karena ia tidak menerima uang cash, lalu hanya menerima transfer atau nominal dalam bentuk cek. Melainkan ia gagu alias tidak bisa bicara (entah sih benar enggaknya) namun ia sangat lihai luar biasa dalam menggunakan “emoticon” jempol terbalik alias “dislike!” Pengemis ini saya temukan di Bandung, tepatnya di halaman Mesjid Raya Bandung, ketika saya berkesempatan 2 hari bareng keluarga stay di sana. Awalnya tidak sengaja. Tidak ada niat juga saya ambil {Read More}

Merasa Hidup Susah? Lakukan Kiat ini Agar Jalan Hidup Semakin Mudah

Merasa Hidup Susah? Lakukan Kiat ini Agar Jalan Hidup Semakin Mudah Bukan hidup namanya kalau tidak pernah diberi ujian. Semua pernah merasa kesulitan baik dalam mengatasi masalah keuangan, masalah keluarga, masalah jodoh, pendidikan anak, sampai masalah sama orang sekitar. Tuhan memang menakdirkan manusia dengan kondisi yang berbeda-beda sebagai ujian. Ada yang sehat, ada yang sakit, ada yang cukup, ada yang kurang. Ada yang hidup tenang, ada yang hidup susah. Maka ketika kita diuji oleh Sang Pencipta dengan kemiskinan dan kesulitan {Read More}

Tentang Uang: Pelajaran dari Jujur dan Rasa Bersalah

Tentang Uang: Pelajaran dari Jujur dan Gugup Dalam sehari saya menemukan momen luar biasa terkait masalah uang sebanyak tiga kali. Dari ketiga kejadian tersebut masing-masing mungkin memiliki pelajaran tersendiri buat kita. Cerita pertama: Tukang minuman botol menitipkan dagangannya kepada seorang ibu yang juga sedang berjualan di halaman masjid, sesaat sebelum ia masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan shalat jumat. Si ibu yang tidak hafal semua harga minuman botol yang dijual temannya itu bingung manakala ada yang beli teh botol. Setelah {Read More}

Kurikulum Kitab Kuning (Bagian Dua)

Kurikulum Kitab Kuning (Bagian Dua) Kepikiran kalau anak mengaji di rumah beberapa orang sudah baligh dan sementara mereka tidak inisiatif masuk pondok pesantren (termasuk orang tuanya yang tidak bertindak tegas) maka sudah seharusnya pelajaran pengajian pun ditingkatkan. Bukan cuma Iqra atau hafalan surat pendek dalam juz 30. Ada banyak ilmu yang harus mereka dapatkan. Karena kalau tidak sungguh mereka anak-anak mengaji ini sangat sangat kasihan! Meski banyak yang mengatakan sulit kami berencana mengadakan pelajaran mengaji kitab kuning. Disebut kitab kuning {Read More}

Kurikulum Kitab Kuning (Bagian Satu)

Kurikulum Kitab Kuning Meski pengajian anak-anak di rumah tidak pernah diliburkan, namun mereka sudah inisiatif sendiri. Mentang-mentang sekolah libur, mengaji juga ikut libur. Suami sendiri sebagai gurunya malah jadi serba salah. Mau ditegur, anak anak sudah lebih dari ditegur, itu. Hampir setiap malam kalau mengaji lebih dari ditegur, diberikan pemahaman kalau mengaji itu kewajiban. Eh, mereka malah balik mencibir. Mau lebih keras lagi, gak enak sama orang tuanya. Ialah, masa anak orang kita paksa? Secara (maaf) orang tuanya sendiri cuek-cuek {Read More}