Kebanyakan pondok pesantren tidak memperbolehkan santrinya membawa ponsel. Maka ketika ada seliweran mengatakan santri mana bisa melek AI, pegang ponsel saja tidak pernah… Halo! Pemikiran seperti itu salah besar ya!
Saat ini santri juga sudah melek digital, lho! Jangan salah, terbukti sudah banyak santri yang menjuarai lomba nasional bahkan internasional dari segi pemahaman teknologi.
Bisa dibilang santri jaman sekarang mah diajak ngalogat kitab kuning hayuu, siap banget, diajak ngobrol soal kecanggihan teknologi dan artifisial intelegensi (Artificial Intelligence) pun siapa takut!
Berterima kasih kepada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) yang sudah menyelenggarakan berbagai kegiatan demi menyetarakan pendidikan di lingkungan pesantren, salah satunya memfasilitasi para santri supaya merata melek teknologi khususnya dunia AI.
Meneruskan komitmen untuk mewujudkan Tri Karsa, XLSMART memperluas akses terhadap pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan (Sustainability Development Goals) – SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan, XLSMART menggelar program Pesantren Digital di berbagai daerah.
Salah satunya di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada 12 November 2025 yang lalu.

Kegiatan pesantren digital ini diikuti oleh sebanyak 600 Santri, Santriwati, Siswa/I MTS, MA, SMK, Mahasiswa/I serta manajemen Yayasan Pondok Pesantren, dengan bahasan fokus ke pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk produksi konten media sosial.
Kegiatan pesantren digital ini dihadiri oleh, Territory Sales Manager XLSMART area Mataram, Zulfahmi; Territory Sales Manager XLSMART Area Lombok Barat, Kepala Kantor Layanan Daarut Tauhid Peduli Mataram (NTB), Ragil Hidayat; KH TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, selaku Mutasyar PBNU sekaligus Rois Syuriah PWNU NTB.
Dalam pelatihan pesantren digital tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari mentor berpengalaman Sudarmadji, S.Pd. beliau yang dikenal sebagai presenter, founder Imaje TV sekaligus juga blogger, menyampaikan materi tentang pemanfaatan teknologi AI untuk membuat konten promosi marketing UMKM di media sosial.


Regional Group Head XLSMART East Region, Dodik Ariyanto, mengatakan, jika pemanfaatan AI secara tepat di lingkungan pesantren akan memperkaya metode belajar, memperluas jangkauan dakwah, dan membuka peluang ekonomi kreatif.
Lewat pelatihan ini, santri bisa belajar tentang materi AI untuk pembuatan konten media sosial di pesantren, berupa konten dakwah digital, promosi program pesantren dan promosi produk UMKM milik Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda.
Dalam penyelenggaraan Program Pesantren Digital di Lombok Tengah, Bagu, NTB ini, XLSMART berkolaborasi dengan Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) dan Komunitas Bloggercrony Indonesia (BCC).

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu memperluas dampak sosial dan menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh komunitas.
Adapun materi AI yang diberikan kepada para santri antara lain:
🕳️ Definisi Literasi Digital dan kaitannya dengan AI.
🕳️Pilar Literasi Digital mendasari konsep pembelajaran AI, yaitu Digital Skill, Digital Culture, Digital Safety dan Digital Ethics.
🕳️Platform AI yang beragam serta keunikan masing-masing yang bisa digunakan sesuai kebutuhan peserta dalam membuat konten dakwah digital, promosi program Pesantren dan promosi produk UMKM milik Pesantren.
🕳️Tentang bagaimana membuat PROMPT (instruksi atau kalimat perintah yang kita berikan untuk AI) yang efektif. Dan ini yang paling penting karena kita harus detail menjelaskan peran AI, produk atau jasa yang ingin dipromosikan, target audiens, gaya bahasa konten, tujuan konten, dll.
Juga poin penting lainnya adalah pemahaman agar peserta jangan menggunakan AI untuk menyebar hoaks atau fitnah.
Santri dihimbau untuk selalu beri label “Dibantu AI” jika hasilnya dibuat dari AI. Konten harus sesuai syariat dan nilai dakwah. Jadi santri paham menggunakan AI ini untuk tablig, bukan untuk tadlis.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dan pemerataan akses digital, XLSMART juga menyalurkan donasi kuota internet serta perangkat pendukung kepada Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.
Dukungan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Donasi Kuota (GDK), yang telah dijalankan XLSMART secara nasional untuk mendorong literasi digital di kalangan pelajar dan tenaga pendidik, terutama di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses internet.
Tidak hanya itu, untuk mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi tim manajemen Pondok Pesantren Qamarul Huda ini, XLSMART juga memberikan dukungan beberapa simcard nomor XLSMART dengan masing-masing paket data sebesar 270Gb setiap bulan selama periode satu tahun.
Wow… kalo gitu mah selama setahun full ang punya simcard nomor XLSMART bisa puas-puasin bikin konten yang bermanfaat dong ya, biar bisa mendulang pahala pastinya.



Dan kabar baik lainnya, karyawan XLSMART juga ikut serta dalam mendukung program CSR Pesantren Digital ini melalui Zakat Karyawan yang dikelola oleh Majelis Taklim XLSMART.
Zakat Karyawan tersebut diperuntukkan bagi santri, santriwati, siswa siswi yatim piatu dan dhuafa yang bersekolah di Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Oh ya, di awal saya ada sebut soal Tri Karsa CSR XLSMART. Buat yang belum paham apa itu Tri Karsa CSR XLSMART jadi itu adalah landasan utama program tanggung jawab sosial perusahaan, XLSMART yang terdiri dari:
• Philanthropy, wujud kepedulian XLSMART berfokus pada bantuan kemanusiaan, kesehatan, dan dukungan bagi penyandang disabilitas.
Diwujudkan melalui program XLSMART Peduli.
• Women Empowerment, berfokus dalam meningkatkan kapasitas, literasi digital, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs di bidang kesetaraan gender, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Dijalankan melalui program Sisternet, yang mencakup inisiatif seperti Female Future Leader, SheInspire, dan Bunda Pintar.
• Education, berfokus untuk memperluas akses pendidikan digital, meningkatkan literasi teknologi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompeten di era digital, sejalan dengan SDGs terkait pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan.
Dijalankan melalui program Teman Pintar Indonesia, yang meliputi Gerakan Donasi Kuota, Content Creator Academy, Pesantren Digital, Kelas Cerdas Digital, serta pemberdayaan Teman UMKM.
—

Begitulah upaya yang dilakukan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) dalam rangka ikut memajukan pendidikan di pesantren secara kekinian.
Santri juga sumber daya manusia bangsa yang sangat besar potensi dan keahliannya. Oleh Karena itu memberikan kesempatan kepada santri untuk mendapatkan pembelajaran teknologi modern termasuk penggunaan AI adalah sebuah kegiatan yang sangat inspiratif dan bermanfaat.
Semoga kegiatan ini membawa perubahan dan inspirasi buat pihak lain baik itu pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama memajukan semua SDM termasuk para santri.
Bahagia yah jika ilmu agama sejalan dengan ilmu dunia. Para santri bisa berkiprah di dunia ini seçara seimbang.
Salut dengan program XLsmart banyak melakukan kegiatan sosial di berbagai kalangan dan kali ini pendidikan digital bagi anak2 pesantren dan binus yang di berikan bener2 mantep banget 270gb per bulan selama setahun bisa buat apa aja tuh yaaa hehe,,,semoga para santri bisa memanfaatkan ilmu dan fasilitas yang diberikan dengan sebaik2nya
Keren program Tri Karsa CSR XLSMART ke pesantren² seperti ini. Plus disertai bagi² kuota juga. Semoga selama 1 thn ke depan, santri²nya semakin melek digital dan bisa membuat konten dakwah maupun promo yg ciamik…
Wah keren …. penting banget santri belajar AI terkait pembuatan konten media sosial di pesantren, berupa konten dakwah digital, promosi program pesantren dan promosi produk UMKM. Ke depannya selepas dari pesantren, mereka bisa langsung menerapkannya, dan sedikit belajar tentang perkembangannya.
Salute untuk program Tri Karsa CSR XLSMART ke pesantren-pesantren, mana bagi-bagi kuota juga, sehingga ilmu tentang AI yang dipelajari bisa langsung dipraktekkan untuk berbagi info tentang masa pendidikan di pesanten di media sosial yang santri miliki.
Mantap, ya. Enggak cuma ahli ilmu akhirat tapi juga menguasai teknologi kecerdasan buatan serta bisa menggunakan dengan bijak
Jaman sekerang emang harus bisa dinamis dan adaptif, khususnya masalah teknologi. Santri melek AI, menurut saya harus dong.
happy bacanya, para santri mendapat bekal dunia akhirat
dan sebagai perusahaan XL menyalurkan CSR nya dengan cara yang tepat
jika sudah gini, optimis Indonesia emas bakal tercapai
Aku suka taglinenya “Santri Berdaya dengan AI”. Jadi engga antipati, yawda melebur aja, memanfaatkan AI untuk kemaslahatan umat.
Keren santri-santriwatinya giat belajar teknologi digital.
wah keren banget acara dari XL ini buat para santri yang pastinya semakin menambah ilmu dan wawasan para santri di pesantren ya, Teh
Respect dengan program CSR XL Smart, dengan beragam aktivitasnya termasuk menyambangi pesantren untuk berbagi kebaikan dan memberi pemahaman akan digitalisasi termasuk perkembangan AI
AI sekarang sudah menjadi ilmu dan pengetahuan yang berguna ya. Nggak hanya di sekolahnumum. Di pesantrenpun AI sudah digalakkan untuk dipelajari. Semiga AI ini mmeberikan banyak manfaat yang baik buat kita semua.
Keren programnya. Santri zaman sekarang memang perlu juga menguasai teknologi, sehingga bisa lebih mudah juga dalam memberikan dampak di era serba digital ini.
Sudah sejak dulu sih, anak pesantren dianggap ketinggalan jaman. Soalnya, nggak boleh pegang HP.
Padahal, mah bisa jadi, anak pesantren lebih melek teknologi, termasuk AI. Apalagi dengan adanya program dari XLSMART ini
keren dan terharu banget saat melihat ilmu agama dan teknologi berjalan beriringan seperti ini
Semoga program XLSMART ke pesantren-pesantren bisa meluas ke berbagai daerah juga ya. Jadi santri-santriwati semakin berdaya dan melek digital. Apalagi ada bagi-bagi kuota setahun, jadi bisa langsung praktek deh…
Memang seharusnya santri bisa berdaya dengan ai. Santri harus bisa peka terhadap perkembangan tekhnologi saat ini.
Belakangan tu sering banget liat webinar/ seminar tentang pemakaian AI. Bahkan ibu rumah tangga pun dapat undangan buat mengikutinya free. Maka, tak heran sebagai pelajar, santri pun dapat materi seputar AI ini juga, sehingga diharapkan bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi buat membantu mereka belajar ya, nggak cuma buat dipakai main sosmed aja.
Dukungan XLSmart terhadap pendidikan sangat berarti, semoga dengan program ini anak-anak calon penerus bangsa bisa memanfaatkan teknologi terutama AI dengan baik dan untuk hal-hal yang menunjang ilmu pengetahuan. Bagaimana pun penggunaan AI, baik atau buruk bergantung pada penggunannya.
XLsmart punya pandangan yang jauh dan unik ya. Disaat pesantren biasanya tidak mengijinkan menggunakan smartphone, XL justru melihat harusnya mereka belajar merata seperti siswa lain untuk mengikuti perkembangan jaman. Keren sih
Keren banget program XLSmart. Selaku pengguna XL, turut bangga, he he. Memanfaatkan AI, santri bisa lebih cepat melakukan pekerjaan kreatif yang biasanya memakan waktu: desain poster dakwah, skrip video. Santri juga bisa memahami kitab melalui rangkuman yang disampaikan AI, latihan soal, atau simulasi dialog. Masyaallah
Meskipun tidak setiap hari pegang hape, santri tetap lah aset bangsa yang luar biasa. Dengan diberikan pemahaman tentang manfaat AI untuk tablig, dikit aja pengantarnya, udah langsung pada paham. Basicnya anak gen Z udah setelan teknologi di otaknya kuat banget.
Program Xlsmart sangat bermanfaat sekali ya, jadi pesantren juga mengikuti perkembangan dalam pendidikan yang semakin pesat.
Ternyata sekarang santri pun sudah makin melek AI. Keren sih, dunia pesantren jadi nggak ketinggalan perkembangan zaman. Semoga makin banyak kolaborasi seperti XL Smart ini biar pendidikan makin merata. Mantap!
Aku lihat di IG sekolah anakku kemaren pun sedang kedatangan tv besar eh. Apakah AI juga dari XL, aku belom dapet info
XL selalu punya cara dalam berinovasi, salah satunya menggandeng pesantren untuk mulai menerapkan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Dengan pelatihan yang bertema Santri Berdaya Dengan AI (artificial intelligence) menunjukkan bahwa teknologi juga berdampak positif terhadap pendidikan namun tentu saja digunakan untuk hal-hal baik.
Bener banget teh. Penting untuk buat label “dibantu AI” atau “dibuat dengan AI” agar tidak mengecoh masyarakat awam yang belum melek teknologi.
Sering banget sekarang malahan sengaja bikin orang datang ke videonya agar dikira asli. Penyesatan banget teh.
Salut banget sama XL yang peduli terhadap generasi muda, termasuk di pesantren untuk mengenal teknologi AI. Bagaimanapun kita tetap harus mengikuti arus teknologi, yang penting digunakan untuk kebaikan. Anak-anak pesantren bisa membuat video AI untuk menyebarkan ilmu agama.