Lokasi Angker Jadi Obyek Wisata Bandung-Cianjur

Lokasi Angker Jadi Obyek Wisata Bandung-Cianjur

Kini ada lokasi yang sebelumnya terkenal angker dan rawan jadi objek wisata di jalur mudik kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Tentu saja hal ini jadi bahan kepenasaran banyak orang. Khususnya para generasi milenial yang suka travelling, suka foto selfie dan share di media sosial.

Lokasi angker dan rawan jadi lokasi wisata? Yang bener saja?

Iya ini benar. Lokasi berada di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur bagian selatan, Jawa Barat. Namanya Tanjakan Mala Gunung Pabeasan.

Tanjakan Mala Gunung Pabeasan, dulu dikenal sebagai kawasan angker dan rawan kecelakaan. Bahkan dari sisi kriminalitas sekalipun. Jalan penghubung antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur ini terkenal sebagai tanjakan maut karena jalannya kecil. Banyak kendaraan khususnya truk dan mobil angkutan berat merayap lambat. Bahkan tidak sedikit kendaraan yang sedang naik tanjakan mundur kembali sehingga menyebabkan kecelakaan. Kemacetan parah pun tidak bisa dihindarkan.

Jalan Bandung – Naringgul sebelumnya tertimbun longsoran sumber liputan6.com

Di atas Tanjakan Mala ini berdiri kokoh Gunung Pabeasan. Tebingnya yang curam mepet sekali ke jalan. Pada musim hujan sering terjadi longsoran dan materinya selalu menutupi jalan. Hutannya yang masih asri meninggalkan semak dan suara-suara yang jika malam hari bikin merinding ketakutan.

Namun Tanjakan Mala dan Gunung Pabeasan yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang rawan bencana alam, kecelakaan dan kriminal itu, sejak beberapa bulan terakhir menjadi lokasi wisata dan tempat beristirahat para pengguna jalan.

Pelebaran jalan Tanjakan Mala yang dilakukan akhir tahun 2018, menyisakan tebing yang masih dibalut bronjong dan menyulap jalan sempit menjadi lebar dan mulus. Proyek jalan dengan panjang 350 meter yang baru dibangun itu kini jadi lokasi wisata selfie karena keindahan pemandangan di sekitarnya.

Tanjakan Mala dengan ketinggian tebingnya sekitar 20 meter dibalut jaring baja hijau sebagai penahan longsor jadi lokasi baru swafoto bagi warga terutama pemudik yang melintas dari arah Cianjur menuju Bandung atau sebaliknya.

Mirip lukisan berkabut, tanjakan menyeramkan ini jadi lokasi selfie

Mirip lukisan indah, Tanjakan Mala di jalur perbatasan Kabupaten Bandung-Naringgul, Kabupaten Cianjur, menampilkan tempat yang cukup asyik untuk berfoto.

Banyak warnaget yang terkejut ketika melihat di media sosial jalan Tanjakan Mala berubah jadi indah. Tidak aneh kalau kemudian banyak orang tertarik ingin datang dan menyempatkan diri untuk selfie melihat langsung ke lokasi.

Maklumlah jalan mulus di Cianjur bagian selatan ini masih susah didapat. Kebanyakan jago jalan gobet (jelek). Jadi pas Tanjakan Mala ini selesai dibangun masyarakat setempat jadi antusias banget.

Ditambah jalur Naringgul-Bandung suasana sepanjang jalannya memang indah. Masih asri dikelilingi banyak gunung. Pemandangan lainnya juga banyak air terjun dan pesawahan sehingga menambah daya tarik travelers yang hendak menuju Cianjur selatan ini.

Saya pikir Tanjakan Mala akan lebih fenomenal lagi jika di atas tebingnya diberi tulisan seperti “Welcome to Tanjakan Mala Naringgul” atau pakai bahasa sunda “Wilujeng Sumping di Tanjakan Mala Naringgul” Yah apapun lah tulisannya pokoknya seperti di luar negeri sana, gitu. Hehehe. Keren kan?

Staycation saat lebaran, why not?

Jelang lebaran, dipastikan para pemudik di jalur selatan Provinsi Jawa Barat, akan ada banyak yang menjadikan lokasi ini sebagai tempat pemberhentian dan beristirahat. Terbukti saat ini sudah banyak netizen yang upload selfie di Tanjakan Mala tersebut.

Buat pemudik yang lelah karena perjalanan dan tertarik untuk menikmati lebih banyak suasana seger ini jangan risau. Mampir dan nikmatilah sepuasnya.

Gunung Pabeasan yang semula terkesan angker sudah disulap masyarakat setempat jadi Wanawisata Gunung Pambeasan yang dapat digunakan pemudik untuk beristirahat. Jejeran pepohonan dengan pemandangan yang indah ke bawah menyuguhkan pemandangan alam yang asri. Cocok jadi tempat berisitirahat pemudik sebelum melanjutkan perjalanan. Hammockan sambil beristirahat menghirup udara nan segar dalam perjalanan dipercaya bisa mengikis rasa stress. Bersantai memang asyik.

https://www.instagram.com/p/BrzE5kUA9Zx/?igshid=zq7w33vr9u9e

 

Di lokasi Wanawisata Gunung Pambeasan terdapat beberapa pondokan atau saung dari kayu yang dapat digunakan pemudik untuk melepas lelah.

Nah dari saung-saung itu, kita bisa menikmati pemandangan yang terkesan mengelilingi kecamatan Naringgul, kecamatan yang paling ujung di Cianjur. Ketika sore menjelang malam, jika cuaca bagus kita pun bisa melihat matahari yang mulai terbenam.

Dipastikan ini jadi tahun pertama lokasi wisata favorit di Naringgul itu dapat disingghai. Sebelumnya seperti yang saya jelaskan di awal kalau Tanjakan Mala Gunung Pabeasan terkenal sebagai lokasi angker dan rawan bencana.

Bisa dipastikan jelang arus mudik dua pekan lagi ini pemudik yang akan pulang kampung menuju kampung halamannya di wilayah selatan Jawa Barat seperti Cianjur, Garut dan Tasikmalaya akan singgah di Tanjakan Mala Gunung Pabeasan ini.

Mau coba main ke Cianjur Selatan? Yuk sekalian kunjungi lokasi wisata yang masih perawan lainnya. Biar sekali jalan dapat mengunjungi beberapa spot sekaligus. Kecamatan Naringgul dikenal sebagai kecamatan ‘seribu curug’ karena banyak curug berada di daerah ini. Ada Curug Dendeng, Curug Taraje, Curug Batu Ngomong, Curug Ceret dan Curug Tutugan.

 

Ini artikel Curug Ngebul yang hits dan Viral 

https://www.instagram.com/p/BilPMHaBSDZ/?igshid=85nauy1wirns

 

Yuk intip juga: Keindahan Curug Citambur

https://www.instagram.com/p/BflXCXfHwDi/?igshid=f5lvg3ln4xkp

 

Bagi yang suka laut, dapat menikmati wisata bahari di tiga kecamatan lainnya di Cianjur Selatan seperti Pantai Pelabuhan Jayanti di Kecamatan Cidaun, Pantai Apra di Sidangbarang dan Pantai Lugina di Kecamatan Agrabinta. Semua masih perawan.

 

Ini Lengkapnya: Lokasi Wisata Pelabuhan Jayanti 

Naringgul sendiri berbatasan langsung dengan Ciwidey, lokasi dimana wisata kekinian Bandung Selatan berada. Jika mudik lewat jalur ini sekalian nikmati wana wisata yang ada seperti Kawah Putih, Kampung Cai Ranca Upas, Pemandian air panas Cimanggu, Situ Patenggang, Rumah Makan Glamping Lakeside Rancabali, dan masih banyak lagi.

Pokoknya mumpung bisa mudik yok puas-puaskan deh mengunjungi seluruh lokasi wisata yang ada ini. Jika tidak terjangkau dalam satu hari mengunjungi, jangan khawatir mau nginap dimana. Meski kondisi darurat jelang lebaran, kini Traveloka punya fitur pay at hotel alias pesan penginapan same day booking. Tidak harus pakai kartu kredit kita sudah bisa mendapatkan penginapan yang direkomendasikan.

Dengan fitur hotel terdekat pada aplikasi Traveloka, kita bisa mendapat informasi akurat dimana ada penginapan sekitar dan kita bisa langsung deh pesan hotel termurah. Saat orang lain terjebak macet seputar hari raya kita bisa enjoy menikmati liburan meski dadakan di penginapan yang sangat nyaman.

Nah sudah clear kan ya jika mau melancong ke daerah Bandung dan atau Cianjur bagian selatan tidak perlu khawatir mau nginap dimana. Karena disini ada banyak penginapan. Kita bisa pesan hotel termurah yang bisa kita pilih melalui Traveloka.

 

Gunung Pabeasan Naringgul Cianjur. Sumber @pesonacianjurkidul

https://www.instagram.com/p/Bwf3pi4lUrb/?igshid=154zgt1eefxn6

Pastikan menginap di Bandung Selatan supaya kebagian menikmati kabut mendamaikan

https://www.instagram.com/p/Bwf3pi4lUrb/?igshid=154zgt1eefxn6

180 thoughts on “Lokasi Angker Jadi Obyek Wisata Bandung-Cianjur”

    • Wow cantik banget. Nggak kebayang sebelumnya suasananya angker. Aku pernah denger juga sih kisah2 tentang Tanjakan Mala ini. Bagus idenya, secara gak langsung mengubah persepsi rawan kecelakaan itu bikin orang lebih santai ketika lewatin area situ, jd mengurangi kecelakaan ya. Karena bisa sambil menikmati pemandangan sekitar.

      Reply
  1. Waduh, aku malah fokus ke bagusnya tempat-tempat itu deh. Jadi lupa kayaknya cerita2 serem soal tempat2 itu. Gunung, curug, pantai, lengkap ya ternyata tempat wisata di Cianjur. Aku cuma baru lihat gunung-gunungnya aja.Heuheu… kudet.

    Reply
  2. Saya juga klo dekat Tanjakan Mala itu pasti sudah ke sana juga, cakaap bangat tempatnya, saya juga akan lupa klo itu tempatnya horor hahaha

    Duuuuh pinisi resto bagus bangat, viewnya cantik pake bangat, pengen ke sana deh saya jadinya.

    Reply
  3. Aku suka lho dengan cerita cerita seram gitu hahaha pun doanya jangan sampai deh liat liat mahkluk halus. Ini Tanjakan Mala Gunung Pabeasan, makin diceritain dari mulut ke mulut makin hit lho. Boleh juga kapan kapan selfie akh hahaha

    Reply
  4. Wkt jalan2 ke Solo.jg pernah diceritain sama supir grab kalau tpt yg kami tujuitu tot yg terkenal paling angker di jawa tengah…hahaha padahal kalau tau dr awal ga jd deh …

    Reply
  5. Jadi beda banget tampilannya ya mba, setelah dibuat tempat pariwisata jadi cantik dan menarik hati. Mungkin kalo ada foto after-before bakalan tercengang sih. Dan paling suka sama air terjunnya.

    Reply
  6. Angker tapi emang bagus banget ya pemandangannya.
    Rasanya sejuuukkk gitu.

    meskipun bahkan bayanginnya aja deg2an lewat sana hahaha.

    Staycation di daerah kayak gini juga asyik banget mah.
    Jadi auto buka Traveloka deh 🙂

    Secaraaa..
    kalau masalah wisata mah ingatnya Traveloka *eh 😀

    Reply
    • Beteweee, Pinisi resto itu keren banget ya, Jabar mah surganya wisata alam instagramable.
      Sejuk, hijau, rasanya tenanggg banget.

      Meski sekarang kayaknya mulai macet ya.

      Reply
    • Wah kampung Abahku ni di Cidaun ternyata indah pisan ya, aku belum pernah ke sana karena katanya medannya cukup berat..cantik pantai dan pemandangannya..

      Reply
  7. wow, masyaAllah, Cianjur wisatanya banyak juga yaa.. dan semua wisata, view nya menenangkan..
    kalo dilihat dari foto update di atas, tanjakan mala itu ga seseram kisah tragedinya ya, hehe..
    tapi aku lebih penasaran sama curug-curugnya, aku belum pernah ajak anak-anak liat pemandangan alam seperti air terjun begitu teh.. Nuhun infonya ya.. ^^

    Reply
    • Iya pas lihat fotonya juga ga kebayang keseramannya ya mba. Aku pun penasaran dengan berbagai curug yang diceritakan itu.

      Reply
  8. Cianjur yang saya tau hanya seputar Pasir Hayam dan toko2 manisan. Baca tulisan ini, saya jadi ingin eksplor Cianjur lagi. Sayangnya,sekarang wilayah ini bukan daerah yang rutin saya kunjungi lagi.

    Reply
    • Pasir Hayam mah di kota. Ke tempat saya sekitar 3 jam lagi ke selatan. Kalau ke Tanjakan Mala ini sekitar 4-5 jam lagi kalau dari Pasir Hayam

      Reply
  9. Aku takut kalau longsor aja, mana tanjakannya lumayan curam ya. Saya ke Cianjur eh perbatasan ke Taman Bunga Nusantara aja, belum explore daerah lain. Bisa jadi rekomendasi nih, wisata ke Cianjur

    Reply
  10. Makin tergoda sama keindahan Cianjur. Duhhh Indonesia emang indah ya. Lama lama bisa ada penginapan khisus kali ya di.dekat Tanjakan Mala sana.

    Btw soal pay at hotel, asiknya Traveloka sih begini. Makanya saya betah pakai Traveloka.

    Reply
  11. Memang jaman sekarang canggih mbak, tempat apa saja bisa dijadikan instagramable. Tanjakan jadi tempat swafoto kan keren. Bisa mengurangi keletihan pengendara jadi bisa berhenti sejenak untuk foto-foto. Maksud mbak tulisan di atas kayak HOLLYWOOD yang di Amerika ya lebih bagus lagi hehe. Tapi cocok sih udaranya juga santai, ngaso sambil foto2 ria jadi engggak serem lagi.

    Reply
  12. Kalo dulu angker karena mungkin sepi ya, tapi begitu diolah lokasinya dengan memperlebar jalan dan jadi ramai, keangkerannya hilang. Foto-fotonya keren loh, jadi pengen jalan-jalan ke Cianjur. Suamiku paling suka wisata alam, seperti air terjun atau pantai.

    Reply
    • Iya setelah Cianjur tertinggal dari sarana dan prasarana sekian periode kini periode Emil UU semoga sampai merata ke semua pelosok Jabar

      Reply
  13. kira-kira, kalau berkunjung, terus menginap itinerary jadwalnya bagusnya kemana aja teh okti? Rencana libur lebaran mau jalan2 beberapa hari, salah satu alternatifnya ke cianjur nih kayaknya.

    Reply
    • Tentukan saja mau yang mana dulu diam cuma foto2 atau treking berpetualang?
      Jika cuma foto2 di daerah Bandung Selatan. Tapi kalau mau yg agak ekstrem, tujuan awalnya ke Cianjur Selatan dulu, baru kembali menginap ke hotel pilihan di daerah Ciwidey

      Reply
  14. Teh, kalo dari arah jonggol ke mana ya? Aku biasanya klo ke bandung lewat jonggol cianjur gitu tp ga tau ada tanjakan mala gini. Pemandangannya indah tp serem juga ya hihii

    Reply
    • Jonggol berbatasan dengan Cikalong Kulon, itu di Cianjur Utara. Jadi kalau mau ke Tanjakan Mala, harus ke Cianjur kota dulu, baru ke Cianjur Selatan. Dari Jonggol masih lama, sekitar 5-6 jam kendaraan.
      Atau lewat Bandung, menuju Ciwidey dulu baru lanjut ke Tanjakan Mala di Naringgul

      Reply
  15. Nah, aku tertarik nih main ke Cianjur Selatan, ke tempat wisata perawan yang biasanya masih terjaga keasriannya.

    Baidewei,
    Tahun ini tanjakan Mala Gunung Pabeasan bakal jadi primadona para pemudik dong.

    Jadi, sebaiknya siapkan pose dan outfit favoritmu ya!

    Reply
  16. Duh, keluarga petualang ini, Hem baru tau itu tanjakan Mala, pemandangannya beuh (langsung membayangkan sejuknya udara) hiks udah lama gak tempat seperti itu.

    Reply
  17. Itu tanjakannya bisa jadi cakep gitu ya. Terus terang sih Mbak, aku agak serem foto2 di tanjakan. Ntar kendaraan pada lewat gitu kan, kesian kepepet. Tapi mudik tuh emang kudu liburan juga. Apalagi kalau bisa staycation gitu

    Reply
  18. Berwisata di tempat angker itu butuh nyali besar yaa, Mba. Bagi orang yang penakut seperti saya kayaknya milih tempat wisata yang mainstream-mainstream aja dari pada ketakutan, hehehe 🙂

    Reply
    • iya aku juga agak2 gimana kalau udah disebut angker hihihi. Tapi memang agak berasa lain gitu kalau ke tempat angker ya

      Reply
  19. Mungkin dibilang angker karena jalannya yang curam dan maut jadi banyak yg celaka di sana ya. Di Cianjur banyak ya jalan-jalan kaya gini.
    Pemerintah setempat pinter juga memanfaatkan keadaan ya dulunay angker sekarang jadi objek wisata.
    Hati2 atuh kalau selfie di sana ya

    Reply
  20. Teh Okti, salfok ihh. Foto-fotonya teduh pisan. Jadi, enggak terlihat kesan angkernya. Tapi, udah tau track recordnya kayak gini, akupun jadi mikir2 lagi buat piknik kesana hihii

    Reply
  21. Teteeh…
    So sweet.
    Jaketnya kembaran sama suami.
    Aaiih~

    Btw,
    Kami beberapa kali ke Cianjur dari Bandung, tapi kok ga lewat tanjakan Mala yaa, teh?

    Takut akutu kalo track perjalanannya ga nyaman gini, secara suamiku kalo nyetir mak weng-weng… Huuhuu~

    Reply
    • Kagum sama wisata curug-curug.
      Pernah sekali ke Curug pas main ke Sukabumi. Dan sayangnya, wisata ini tidak dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah setempat.
      Jadi kesannya gak terawat dan sepi pengunjung.
      Padahal baguuuss…banget pemandangannya.

      Reply
      • Lokasi angker itu bukan karena adaaa…makhluk halusnya yaa, teh…?
        Tapi lebih ke rawannya terjadi kecelakaan.
        Aku serem banget sama perjalanan model begini…gak tenang sepanjang jalan.

        Reply
  22. Sekarang masih angker gak teh? Aku mah agak penakut anaknya, ngeri aja bawaannya kalau tau tempatnya angker. Apalagi kalau nginep, belum kebayang saat malam tiba. Heheheeee… Tapi seru juga itu beberapa tempat wisatanya ya. Ada glamping lakeside yang kece.

    Reply
  23. Sekarang memang banyak tempat2 yang tadinya dianggap angker malah dijadikan tempat wisata. Seperti tanjakan Mala ini ya mbak, begitu disulap menjadi tempat wisata yang indah kesan angker itu hilang. Apalagi ada gunung pabeasan yang ramai dikunjungi orang, pastinya tempat ini makin ramai pengunjung. Jadi ingin suatu saat bisa wisata ke tempat ini sekaligus staycation di hotel sekitar Bandung Selatan. Bener2 bikin mupeng apalagi kalau menuju ke tempat ini sangat mudah, cukup memanfaatkan aplikasi Traveloka maka semuanya terpenuhi, bisa pesan tiket pesawat lengkap dengan tempat penginapannya.

    Reply
  24. Heran juga kenapa tpt2 angker suka jd tpt wisata ya…bukan hanya tpt yg dgn view indah kyk di ata..kayak gedung2 angker gitu..jd tpt wisata juga…menjajal diri mungkin ya..hehe

    Reply
  25. Aku kalo ke Cianjur pasti lewat puncak atau Purwakarta. Belom pernah via Ciwidey. Ngeri kayaknya ya via gunung yang banyak bulak-beloknya. Tapi, udah semua jalannya bagus? Kalo bagus, kayaknya bisa deh ke sana via Ciwidey.Pemandangannya baguuus…

    Reply
  26. the power of social media ya mba. tanjakan yang tadinya biasa aja setelah ada yang foto dan masuk IG, bisa langsung jadi hits. Dan aku baru sadar di cianjur banyak tempat wisata menarik, suatu saat harus banget nih mampir cianjur 🙂

    Reply
    • Nah bener, ini namanya the power of social media ya. Yang tadinya biasa, akhirnya dibagusin. Keren deh, gak cuma buat nambah tempat wisata, tapi bawa kemajuan buat warga sekitar. Mungkin bisa jadi sumber penghasilan/mata pencaharian baru.

      Reply
  27. Tempat angker itu tergantung manusianya juga sih ya, percaya atau tidak, lebih baik menghilangkan kata “tempat angker” menjadi tempat wisata menyenangkan.. banyak tempat yang bagus dan indah loh ternyata dicianjur.. kabut dan suana alami pedesaannya yang bikin orang mau bela belain jauh jauh ke cianjur untuk refreshing

    Reply
  28. Tanjakannya bisa jadi wow gitu ya. Jadi inget loh jalanan semacam ini di Amrik, yang kedua sisinya terdiri dari bongkahan salju yang sengaja dibelah. Jadi mobil2 lewat di tengahnya gitu. Sama ngerinya juga kaaan… Aku pernah lihat di beberapa kartu pos yang kudapat dari teman2 di sana.

    Reply
  29. Setuju teh tempat angker jadi medan tersendiri buat sebagian orang.. penasaran sudah tentu.. apalagi generasi milenial ya teh, ras ingin tahunya besar banget apalagi yang suka travelling, suka foto selfie dan share di media sosial.. bisa jadi konten tersendiri nih

    Reply
    • indah sekali pemandangan yg terbentuk secara proses alamiah yaa.. pegunungan, curug, laut.. benar2 daerah Jawa Barat bagian selatan menawarkan eksotisme yg sungguh memukau.. Glamping LakeSlide dan Phinisi Restonya juga cantik banget..

      Reply
  30. Wow.. keren nih, Mbak. Dari sesuatu yang dianggap angker, kini jadi tempat yang menarik. Jadi bisa mengubah minset selama ini ya, Mbak. Dan ini patut dicontoh. Soalnha saya yakin, banyak tempat seperti ini. Dianggap angker, namun sebenarnya indah. Hanya belum diubah minsetnya.

    Reply
  31. Wah seru banget traveling kesini, terhitung nggak jauh juga dari Jakarta ya, pingin deh bisa kesini suatu saat, udah dapat referensi begini jadi lebih enak perjalanannya..

    Reply
  32. Wah ternyata banyak banget ya tempat wisata disana. Aku udah pernah ke glamping dan asyik banget. Tp ke tempat lainnya sih belum pernah. Kapan2 mau travelling ke sana

    Reply
  33. Belum pernah kesana, bener juga ya klo moment liburan seperti hari raya biasanya dijadikan kesempatan untuk berpoto sekalian lewat atau sengaja datang ketempat yang katanya dibilang angker. Tapi indah juga ya pemandangannya.

    Reply
  34. Lokasi angker sekarang ini malah banyak yang diminati ya teh buat wisata. Apalagi kalau lokasi itu sering terjadi hal-hal aneh. Tapi ku belum berani.

    Reply
  35. Angka kecelakaan pada suatu tempat bukan berarti disana banyak penunggunya . Bisa jadi ini karena faktor kelelahan pengemudi atau kurang jago dalam mengenal Medan yang akan di lalui tanjakan ataupun turunan jalan kota bandung-cianjur

    Reply
  36. MasyaAllah, pemandangannya indah sekali.. Bener banget instagrammable, tapi kalau tahu sejarahnya kalau dikatakan angker dan ada kejahatan kriminal di situ dulunya agak merinding juga ya teh

    Reply
  37. Cianjur bagus2 euy wisata alamnya.. Aduh musti masuk list tempat impian nih.. BTW foto2 di jalan begitu apa tidak mengganggu lalin mbak? Hehe..

    Reply
  38. waktu main ke Sukabumi tahun 2017 lalu udah denger sih cerita tentang Tanjakan Mala Gunung Pabeasan ini. Ternyata di sana banyak juga tempat wisata keren ya, dan ada curugnya juga. Aih, kapan-kapan main ke sana sekalian main ke rumah Kak Okti yaa

    Reply
  39. Alhamdulillah setelah jalan diperlebar dan banyak traveller berspot foto ria di Tanjakan Mala ini, bisa jadi suara2 aneh yang bikin begidik dan terkesan angker itu jg mulai berkurang ya teteh.

    Alhamdulillah bisa jadi tambahan lahan meraup rejeki warga sekitar.

    Reply
  40. Takjub banget sama pemandangan nya mbak. Meski dulunya angker namun setelah disulap menjadi tempat wisata jadi ramai pengunjung. Kesan angker seketika berubah jadi tempat wisata yang indah dan instagramable.

    Reply
  41. Aku baru sekali sih ke Bandung, itupun uda lama banget tahun 2016 kalo nggak salah.
    Uniknya itu yang dulunya angker malah disulap jadi tempat wisata.

    Reply
  42. Jalannya lagi memang sepi ya sampai bisa foto-foto kayak gitu? 😀
    Semoga dengan ramainya warganet, “penghuni-penghuni” yang lain terus kabur mencari tempat tinggal baru ya hehe. Karena ini adalah jalan raya dan kondisi medan yang agak ekstrim, semoga para pengunjung tetap berhati-hati saat asyik selfie.

    Reply
  43. Wah ini tanjakan yang fenomenal itu ya
    Syukurlah sekarang ditata jadi lebih cantik
    Semoga setelah ini jadi tak angker lagi ya
    Meski begitu yang paling penting memang harus tetap hati-hati dalam berkendara
    Apalagi lokasinya cukup ekstrim
    Btw itu curugnya cakep euy

    Reply
  44. Sekarang mah tempat angker sekali pun udah ramai dijadikan tempat berfoto ya Mbak, hihihih.
    Berkabut gitu, klo pagi dan malam pasti dingin banget yah dan auranya itu pasti terasa deh

    Reply
  45. Masya Allah Teh, endah pisaaan. Tanjakan Mala ini Suasananya mengingatkan ke tanjakan menuju Pamengpeuk yang ada batu numpangnya. Dulu, disana menurutku agak “beda” rasanya, semacam angker tapi memang indah banget dan gak sedikit Wisatawan yang sengaja berhenti dulu cuma buat foto2. Akhirnya jadi banyak yg jualan jagung bakar disana, angker tapi romantis, haha

    Reply
  46. Selalu berdoa yg banyak sebelum berangkat maupun di lokasi wisata hingga tiba di rumah ya. Supaya aman sentosa ga terjadi hal2 mistik yg mengganggu sampe ngikutin badan kita iih amit2 hihihi Tanjakan Mala itu serem. Meskipun udh jadi tempat selfie dll pemandangannya bagus, tetep aja berasa serem….

    Reply
    • Selama bisa menahan ya selama itu tetap dipakai. Itu kan kaya kawat bronjong yang dipakai di jalur Puncak. Bahan dan sistemnya juga sama. Yg buat dan rancang sama-sama Pemprov Jabar

      Reply
  47. Berhubung aku mah orangnya ciut dan penakut parah, walo udah jadi objek wisata dan kawasannya instagram-able, kayaknya aku bakal tetep sieun foto di situ Teeeh hahaha.

    Tapi emang kreatif sih yah, daripada ditakuti karena angkernya, mending dijadikan tempat wisata aja

    Reply
  48. Ke Cianjur terakhir kali tuh 11 tahun yang lalu, sekarang udah beda banget, beberapa kali cek objek wisata cianjur udah banyak banget rekomendasi tempat yang seru dengan harga terjangkau. Insyaallah kesana, bisa ketemu teh okti ya…

    Reply
  49. Di sini juga ada Gunung Pabeasan. Nun di utara rumah saya. Cuma beda bentuk saja, he he.
    Semoga dengan perubahan bentuk yang sekarang bisa mengubah Naruinggul yang indah menjadi lebih baik dan dinamis, dampaknya bisa menyejahterakan masyarakat sekitar berkat potensi wisata.
    Cianjur memiliki alam yang indah. Curug-curugnya menawan.
    Zaman telah berubah, semoga tak lagi angker tempatnya.

    Reply
  50. Jaring hijau itu apakah cukup kuat untuk menahan tanah serta bebatuan? Kok saya takut itu ambruk ya.

    Lalu apa nggak berbahaya foto di jalan itu? Kalau di hutan pinusnya, dimana terdapat hammock dan beberapa saung mungkin masih okay 🙂

    Reply
  51. Dari semua nama tempatnya yang familiar buat aku mah Pantai Jayanti Teh, suami yang dari dulu ngidam pengen ke pantai Jayanti tapi da belum kesampean wae hahaha

    baru tahujuga ini angker untung sekarang disulap ya jadi menarik 🙂 mantaplah Cianjur

    Reply
  52. Takjub dengan pemandangan nya mbak. Tempat angker kalau disulap menjadi wisata yang instagramable pasti aura angker itu hilang ya mbak, apalagi kalo pengunjungnya banyak, pasti hal-hal yang menyeramkan berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Jawa Barat memang indah untuk dikunjungi mbak….

    Reply
  53. Lengkap ya Cianjur, ada hutan, curug, bukit, sampai laut.
    Ngobrolin tempat angker emang sekarang kyknya org udah mulai gak terlalu percaya gtu2, asal tempatnya indah aja udah deh jd tempat pepotoan.
    Wah pas mudik yang lewat jalur tu pasti banyak yg nyempetin poto dulu ya kyknya….

    Reply
  54. Aaak…foto fotonya bikin mupeng sangat mbak. Kalau untuk wisata ekstrim dan angker gitu, saya mundur teratur deh. Mendingan cari yang biasa biasa aja, soalnya anak saya indigo juga, jadi serem aja kalau dia komen yang aneh aneh selama kita disana hahaha

    Reply
  55. Jembatan itu pernah masuk di on the spot keknyaaaa. Btw, kalau yang angker2 disulap menjadi lebih enak dipandang, malah menjadi daya tarik wisatawan ya, Mbak. Apalagi ditambah ada aktifitas di dalamnya, kesan angker sirna. Hihihi

    Reply
  56. Aku sampe menyimak satu per satu lho tempat2 wisata di Cianjur ini. Siapa tau lagi bosan di Jakarta tapi gak pengen jauh travelingnya sampai ke tengah atau timur Jawa. Aku naksir curug-curug dan glamping. Meluncur ke Traveloka mau ngecek rate-nya ah. Aku pengan glamping dengan keluarga liburan ini.

    Reply
  57. Mbak, maaf, apa aku yang kelewatan bacanya, yang di tanjakan itu, pinggirnya, kok hijau banget, itu tuh rumput asli, batu yang dicat atau apa? Kok bagus banget.

    Reply
  58. You could definitely see your skills within the
    article you write. The world hopes for even more passionate writers such as you who are not afraid to mention how they believe.

    At all times follow your heart.

    Reply
  59. Kalau udah dibuat cantik begini kesan angkernya jadi hilang
    Semoga kedepannya tempat ini tak lagi jadi memakan korban
    Yang pasti kapanpun dimanapun berkendara harus tetap hati-hati

    Reply
  60. Saking banyaknya air terjun sampai disebut seribu curug ya?
    Kebayang udara di sana pasti seger banget krn ion2 negatif (kalau gak salah) baik dari air dr waterfall, juga dari alam di sekitarnya.
    Angker2 dikit asal dapat udara seger yoweslah bismillah aja haha gtu kali kata pengunjung sana. Ntr kalau dah rame jg seremnya ilang 😀

    Reply
  61. Wah, keren nih. Bukan keindahan tempatnya, melainkan pelaksanaan perbaikan jalan yang menyulap tempat rawan kecelakaan menjadi tempat wisata alternatif yang disukai orang. Idenya tuh, OK banget.

    Reply
  62. Udah lama ga lewatin Cianjur. Duluuuu mah sering banget tiap ke Bandung pasti jajan di sini. Lupa2 ingat bisa jadi aku pernah melewati Jembatan Mala ini. Konon yang katanya angker itu sering terjadi pada malam hari. Kalau pagi hingga siang kayaknya ga serem2 amat hehehe.

    Reply
  63. Pingin banget eksplor Cianjur. Dulu Aku pas KKN kampus di Cianjur teh, tapi udah lama banget. Jadi kangen Cianjur… Tanjakannya jadi enak ya sekarang karena ada pelebaran, bisa jadi tempat foto-foto juga. Pemandangannya juga cakeps… Tapi masih rawan longsor gak ya itu teh? Tebingnya tinggi juga…

    Reply
  64. Waktu lihat judulnya, wah seru nih. Pas baca artikelnya sampai akhir, masya allah, jadi kepingin main ke Bandung dan sekitarnya. Ijin bookmark artikelnya ya mbak, siapa tau suatu saat nanti bisa kesana. Aamiin, doakan ya mbak hehe.

    Reply
  65. Kabar Baik Untuk Para pencinta Game
    Karena di Bulan januari ini Sudah keluar Game RPG Online Terpopuler Se-Asia
    Penasarankan Game nya Seperti apa???
    Kalian bisa dilihat game nya dari link di bawah yaaa

    (Maaf link hidup dinonaktifkan)

    Reply

Leave a Comment

%d bloggers like this: