Tips Cat Rumah Terjangkau Berkualitas

Tips Mengecat Rumah Terjangkau Berkualitas

Sudah mau seminggu, tetangga sebelah gaduh bukan main. Renovasi rumahnya bikin kami, tetangganya justru tidak nyaman. Bagaimana tidak, bukan hanya suara bising yang masih bisa kami maklum, tapi itu para tukang, bekerja keluar masuk ke halaman dan belakang dapur kami, main selonong saja alias tanpa permisi apalagi izin. Padahal jelas-jelas saya, suami dan anak ada memperhatikan (etika) mereka. Suami sampai geleng kepala, ketika menyaksikan para tukang itu manjat tembok pagar halaman. Sama sekali tak merasa risih kami teriakin maling. Yang punya rumah (majikan mereka) juga gak ada basa-basinya…

Dua hari ini, bau menyengat yang tidak enak kami hirup sepanjang hari. Rupanya tetangga sedang mengecat tembok dan pagar rumahnya. Saat itu saya dan Fahmi, putra saya sengaja main di teras. Makan di teras, begitu juga belajar semua buku bacaan dibawa ke teras. Saya sengaja ingin tahu, para tukang itu berani ngelunjak lagi gak?

Saat mau menyelesaikan pengecatan dari balik pagar, yang sangat mudah ya dilakukan dari halaman rumah kami, baru salah satu tukang ngomong.

“Ibu, punten ah…” Katanya permisi. Cuma gitu doang. Dan saya gak kalah judes, cuma bilang “Mangga.” Itu tok! Dengan santainya tukang itu hilir mudik di antara tanaman yang oleh saya sangat dijaga. Gak berperasaan, batin saya.

Memiliki rumah yang cantik dan menawan tentu impian dari setiap orang. Tapi kalau caranya kurang sopan, pemiliknya tidak tahu etika dan sopan santun, sebagus apapun rumahnya, tetap bernilai minus, buat saya dan suami mah.

Pemilihan warna yang sempurna, membuat rumah terasa lebih nyaman dan menyenangkan

Rumah yang cantik dan menarik ditentukan oleh berbagai faktor. Kecerdasan dalam menentukan konsep rumah bisa menjadi alasannya. Selain pemilihan warna cat tembok yang tepat juga etika penghuninya, bisa mempengaruhi tampilan rumah.

Kejadian ini bisa jadi pelajaran buat kita. Yang berencana mau merenovasi rumah, khususnya yang bersinggungan langsung dengan tetangga, please deh ya, pakai etikanya.

Khusus kalau mau mengecat rumah, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Apalagi melakukan pengecatan rumah di tengah wabah Covid-19, perlu perhitungan yang sangat cermat mengingat mungkin kita akan mengeluarkan anggaran khusus sementara kondisi keuangan keluarga pun harus tetap aman.

Disisi lain, krisis ekonomi masih terjadi sehingga kita harus pintar-pintar dalam merencanakan pengeluaran untuk pengecatan rumah agar tidak terlalu boros. Saya ada tips yang mungkin bisa sedikit membantu dalam merencanakan anggaran pengeluaran untuk biaya pengecatan rumah.

Merenovasi rumah saat pandemi Covid-19 diperlukan perencanaan yang matang.

Selain memilih harga cat tembok yang sesuai dengan kondisi keuangan dan warna cat yang sesuai keinginan, ada beberapa hal lain yang perlu kita perhatikan saat akan mengecat rumah.

1. Menentukan Ruangan

Langkah awal menentukan biaya untuk pengecatan adalah dengan menentukan ruangan yang akan dicat. Bagian dalam, luar, atau sekaligus luar dalam? Dengan begitu akan tahu jenis cat seperti apa yang akan digunakan. Cat dari Asian Paints bisa digunakan untuk berbagai jenis dinding luar dalam sehingga tidak perlu khawatir dan bisa menghemat pembelian cat dengan harga cat tembok yang sesuai.

2. Menentukan Tipe Pengecatan

Saat melakukan pengecatan rumah, tentukan apakah pengecatan yang dilakukan pengecatan baru atau pengecatan ulang. Apabila pengecatan ulang, maka tidak lagi untuk menutup bekas yang sebelumnya. Hanya diperlukan satu kali pengecatan, mungkin sudah beres. Sedangkan, jika pengecatan baru yang dilakukan, maka kita membutuhkan pengecatan awal untuk menutup warna cat yang sebelumnya. Karena, apabila warna cat baru yang digunakan memiliki warna yang berbeda dengan sebelumnya, tampilan yang mungkin dihasilkan juga tidak akan maksimal.

3. Menentukan Berapa Luas Rumah

Banyaknya ruangan yang akan dicat juga akan mempengaruhi seberapa banyak cat yang akan digunakan. Hitung dahulu berapa banyak cat yang dibutuhkan untuk satu ruangan. Baru setelah itu, bisa mengira berapa kilogram cat yang dibutuhkan untuk seluruh dinding rumah.

4. Pemilihan Produk

Faktor pemilihan produk juga menentukan besaran anggaran yang dibutuhkan. Asian Paints memiliki beberapa varian cat dengan harga yang berbeda. Kita bisa menentukan produk apa yang akan digunakan, berapa banyak cat yang dibutuhkan, sehingga kisaran rincian harga cat tembok untuk rumah bisa segera ditafsirkan.

Itulah beberapa tips sederhana menentukan rincian biaya untuk yang berencana melakukan pengecatan pada rumah sembari mengisi waktu saat di rumah saja di tengah wabah Covid-19.

Untuk informasi lebih lengkap, bisa mengunjungi asianpaints.co.id untuk mengetahui harga cat tembok yang dibutuhkan.

Jangan lupa! Sekali lagi kalau mau renovasi rumah, amit dulu sama tetangga terdekat ya…

40 thoughts on “Tips Cat Rumah Terjangkau Berkualitas”

  1. Kalau aku pernah tetangga sebelah gak tahu renovasi rumahnya bagian apa. Batu-batu kecil gelorakan di genteng rumahku. Air netes-netes juga dari sana ke genteng rumah. Bahkan genteng rumahku bagian belakang dipangkas sama dia.
    Ujian kesabaran bener waktu itu harus menegur dengan baik-baik. Karena dia sama sekali gak ngerasa salah. *Eh kok aku jadi curhat ya hahahaa.. maap ya mba 😀

    Reply
  2. Ini pernah terjadi juga di rumahku, karena mepet tembok sama tembok, dan si empunya rumah baru TIDAK MAU RUGI BANGUN TEMBOK LAGI!

    Kebayang gak sih teh Okti, kerugian yang diderita keluargaku.. udah rumah sebelah pas ketok ketok ke tembok, kan jadi tembus pakunya! OMG! Betapa harus ada pembatasan untuk pembangunan rumah itu ya, harusnya ada team pengawas juga kayak di luar negeri, kulihat orang bangun rumah ga bisa seenaknya

    harus ada keikhlasan dari tetangga juga loh, kalau tidak bisa digugat!

    Reply
  3. Saya malah lg renov kamar mandi didatangi tetangga. Katanya itu temboknya.

    Wuuh…sempet deg-degan banget, krn kami beli rumah ini ya udah begini.

    Katanya pemilik yg dulu melanggar, itu tembok tetangga.

    Akhirnya suami sama satu orang tetangga yg kami ajak sbg saksi, naik ke plafon, ngecek.

    Alhamdulillaah itu tembok kami.

    Daripada rame, tembok kami yg diklaim tetangga itu kami tinggikan biar kelihatan dr luar. Dan proyek renov kamar mandi utk sementara dicukupkan dulu.

    Berbulan-bulan setelah itu, tetangga itu tadi masang seng utk atapnya biar ga bocor. Eh, kok nempelnya di tembok yg baru kami tinggikan itu.

    Hadeeeh

    Reply
  4. Banyak yang bangun rumah seenaknya saja ga mau pamit sama tetangga, padahal tetangga kebisingan atau kena kotornya, suka kesel juga sih. Apalagi pas tidur siang berisik ketok2 huhuhu.

    Reply
  5. Ada baiknya sebelum membangun/renovasi .. bersilaturahmi dulu ke tetangga-tetanggak sekitar. BUkan cuma yang sebelahan atau depan2nya.. tapi juga yang lainnya. Karna biasanya juara bertukang apalagi kalo bikin dak itu lumayan ribut ya.

    Saya juga sebelum bangun rumah ini bertandang dulu ke rumah tetangga belakang.. kebetulan didindingbelakang rumah akan saling bersebelahan. Trus ngajak yang punya tanah sebelah untuk ke kantor pertanahan sambil memastikan dan mengukur ulang hak-hak tanah kami untuk menghindari kesalahpahaman dsb.

    Trus pas hari H nya mulai pengorekan tanah untuk pondasi … aku pesan makanan dan nganterin nasi box ke rumah-rumah tetangga, ketua RT, dan ketua RW
    Dan nggak lupa juga ngasih tip buat keamanan lingkungan supaya mereka senang ngejagain pembangunan rumah.. dan nggak bermasalah dengan tukang2.

    Reply
  6. aku lagi kepingin banget ngecat ulang rumah juga nih, masih bingung cara mengukur ruangannya. Kalau urusan bertetangga memang harus ada etika setidaknya minta izin gitu kalau merenovasi

    Reply
  7. Jengkel ya teh kalau ada tetangga dan tukang tidak punya etika begitu. Alhamdulillah tetanggaku tahu etika, siapa saja di tempat ku ini kala mau renov pasti mampir dulu ke rumah minta ijin, walaupun gak melewati rumah kami, ga ganggu, ga berkenaan langsung, selalu minta ijin.

    Bicara soal cat, aku sekarang lagi suka warna putih, terang dan cemerlang buat rumah, menimbulkan kesan luas meski ruangan gak seberapa 😀

    Reply
  8. Teh okti baikkk banget kalau aq yg digituin sama tetangga sudah mencak2 deh, memang pasti mengganggu kalau ada. Sebelah rumah yg renovasi tp kalau ada omongan dan izin kan enak kitanya yah…

    btw asianpaint sudah jadi andalan aq sama keluarga untuk cat rumah

    Reply
  9. Wah kalau suami saya, bisa langsung ngamuk tuh.
    Pernah kejadian, tetangga sawah lagi panen tebu, pekerjanya lewat pematang sawah saya. Tanpa permisi sambil bolak balik mengangkut tebu ke jalan. Pas balik tangannya sambil metik timum yang kebetulan pas berbuah. Langsung deh suami ngamuk sama tetangg itu. Terus mereka nggak berani lagi lewat pematang, jalan memutar

    Reply
  10. Wah cocok nih Teh, saya dan paksu dalam waktu dekat pengen ngecat ulang rumah. Kemarin agak kecewa sama yang jual rumah, masa cat baru 4 bulan udah pecah-pecah (muruluk kalau kata basa sunda mah hehehe…).

    Reply
  11. waa liat ini ku jadi pengen ganti cat kamar juga deh biar fresh dan penampilan baru hihih, pengen ganti sama warna kuning soft gitu biar agak cerah hihihiq

    Reply
  12. Tetangga ya dateng suami-istri, lapor mau benerin atap. Oh…oke.
    Taunya dong, merenov, rumahnya ditingkat 2. Haha…kutertipu…

    Reply
  13. Huaaa, Teteh … I feel you. Rumah sebelah sudah lama kosong. Ternyata baru sekitar tiga minggu lalu dibeli orang dan oleh pemilik barunya langsung direnovasi. Pemilik rumahnya sih sopan, beliau datang ke rumah minta ijin dulu. Tapi para tukangnya ini yang ngeselin. Ketak-ketok tanpa pakai perhitungan. Dibilang bikin tembok baru di lahan yang memang bukan bangunan asli dari developer, ternyata nggak dibikin. Jadinya nebeng ke tembokku. Rumah sebelah beres, rumah kami bocor. Gustiii …

    Duh, udahan keselnya. Sekarang jadi pengen ngecat tembok rumah juga. Udah kuyu nih warnanya. Pakai Asian Paints aja kali, ya.

    Reply
  14. Duhh itu tuh balada tinggal di pemukiman padat penduduk dengan jarak rumah nihil alias nempel-nempel. Akupun demikian samping rumah renov aku yang gabisa tidur , getak getok terus gada ujungnya. Belakang rumah renov rumahku turut bocor karna kena rusak gentengnya ama tukang mereka. Yaa tapi kadang ada yg kulo nuwun ada yang hare-hare hirup. Sayangnya keluargaku tipe cuek, males ribet. Karna suka ada aja entar balesannya. Hahaha…

    Reply
  15. Wah kebetulan Teh sedang nyari² referensi jg ttg cat. Mau ngecat ulang rumah apalagi di tengah new normal ini kan ada gak seperti sebelumnya ya, nuhun infona, Teh Okti

    Reply
  16. Teh.. itu tetangga kok teuh ecreug ya..
    Gak tau toleransi. Harusnya pake izin yang baik gitu, biar para pekerjanya juga hati-hati.

    Pernah juga tetangga sebelah dulu ngecat, baunya ampun. Mungkin karena ada nyampur bahan lain kayak tiner gitu. Biasanya kan cuma pake tambahan air dikit ya..

    Reply
  17. Kejadian juga sama saya, pas tetangga blkg rumah, mreka renov lantai 3. Rmh mungil kami di bwhnya. Alhasil debu, pecahan semen, sisa kayu, jatuh ke rumah kami. Langsung saya komplen. Tapi tetep aja sampah ke kami
    Btw tq tips cat mengecatnya

    Reply
  18. Teh Okti meuni bageur pisan, kalau saya mah ada orang hilir mudik masuk ke halaman runah dan dapur sementara buat bangun rumah sebelah udah saya semprot baik tukang maupun yang punya rumah, soalnya itu nggak berertika, bikin risih dan tidak nyaman, pengennya kalau renov rumah dan ngecat tembok pakai asian paint juga yang udah teruji kualitasnya

    Reply
  19. nah, betul banget teh, minta izin dulu sama tetanggga, jadi inget tragedi temanku yang sampe berantem gegara renovasi rumah dan minta rugi jutaan karena dibuat bocor talangnya.

    Reply
  20. Rata-rata tukang memang gitu, teh…
    Jarang sekali yang ada unggah-ungguhnya.
    Ibuku kemarin negor bolak-balik karena manjat gentengnya rumah Ibu lalu pas ujan, bocor, karena genteng geser.

    Dan payahnya, yang punya rumah juga gak nempatin rumahnya.
    Jadi gak bisa komunikasi.
    Yang ada gondog doaank…

    Reply
  21. Pernah mengalami gitu juga mba tetangga yang dempetan tembok pas ngrenovasi rumah duuhh lah itu guguran tembok lamanya jatuh semua di atap rumah saya. Akhirnya ya saya harus ikutan ngrenovasi genteng kaaann… Emang harus tau sopan santunnya bertetangga ya terkait hal ini.

    Reply
  22. Huhu kebayang nyebelinnya sih teh. Mestinya ada basa basinya dikit yah.

    Btw ngecat ngga sesimple yang kubayangkan hehe

    Reply
  23. Tiga tahun lalu aku renovasi total rumah mbak. Jadi rumahnya dihancurin trus dibangun dari awal lagi . Jadi sebelum mulai proses renovasi yang 7 bulan lamanya sebelumnya aku minta ijin secara tertulis maupun lisan ke tetangga kanan kiri dan depan. Soalnya pasti akan merasa terganggu lama. Alhamdulilah semua baik-baik saja. Kebetulan kami satu gang gantuan renov tiap tahun. Jadi ya maklum semua. Jadi aku lebih respek jika ada tetangga yang juga minta ijin sebelum renov rumahnya
    Kesannya menghargai kita gituu..

    Reply
  24. Alhamdulillah pas renovasi rumah kemarin aku enggak punya banyak komplain karena samping kiri rumah kosong, samping kanan juga kebetulan kontrakan kosong. Sempat ada complain soal rembes, jadi aku bantu ganti karpet talang airnya aja.

    Meskipun sebenarnya kalau pun kena semen pas neplok dinding enggak bikin karpet talang air rusak tapi yasudahlah…

    Memang resiko orang r3nov dengan dinding menempel begitu

    Reply
  25. Ngomongin soal cat. Katanya jenis untuk di luar rumah bisa pake cat eksterior. Tapi sudah kubeli masih aja ngelupas catnya. Padahal merek mahal. Mungkin bisa dipertimbangkan nih dari Asianpaint.

    Reply

Leave a Comment